Rupiah Diramal Menguat Pekan Depan
Minggu, 08 Maret 2015 - 14:53 WIB
Rupiah Diramal Menguat Pekan Depan
A
A
A
JAKARTA - Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memperkirakan bahwa laju rupiah pekan depan menguat pada kisaran Rp12.986-Rp12.975 per USD. Berada di atas target level resisten Rp13.000/USD.
Reza menjelaskan bahwa wacana imbauan Bank Indonesia (BI) untuk melakukan transaksi dalam mata uang rupiah jika dilakukan di Indonesia akan memberikan sentimen positif.
"Kami harapkan sentimen ini dapat masih berlanjut sehingga dapat memberikan sentiment positif pada laju rupiah," ujarnya di Jakarta, Minggu (8/3/2015).
Adanya rilis challenger job cut, nonfarm productivity, hingga initial jobless claims AS yang tidak sesuai harapan dapat dimanfaatkan oleh rupiah untuk dapat menguat.
"Apalagi rupiah juga terbantukan dengan dirilisnya angka cadangan devisa Februari 2015 sebesar USD115,5 miliar yang naik 1,14% dari USD114,2 miliar," jelas Reza.
Kemudian angka pertumbuhan peredaran uang (M2) di mana posisi M2 pada Januari 2015 tercatat sebesar Rp4.174,2 triliun, atau tumbuh sebesar 14,3% secara year on year (yoy). Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2014 yang sebesar 11,9% (yoy).
Selain itu, adanya sentimen tersebut tampaknya menjawab kekhawatiran pihaknya sebelumnya yang menyampaikan laju rupiah tidak jauh berbeda dengan ulasan sebelumnya.
"Laju rupiah masih memperlihatkan adanya pelemahan dan kali ini pun jika tidak adanya sentimen positif tentu akan membuat laju Rupiah kian bergerak melemah," pungkasnya.
Reza menjelaskan bahwa wacana imbauan Bank Indonesia (BI) untuk melakukan transaksi dalam mata uang rupiah jika dilakukan di Indonesia akan memberikan sentimen positif.
"Kami harapkan sentimen ini dapat masih berlanjut sehingga dapat memberikan sentiment positif pada laju rupiah," ujarnya di Jakarta, Minggu (8/3/2015).
Adanya rilis challenger job cut, nonfarm productivity, hingga initial jobless claims AS yang tidak sesuai harapan dapat dimanfaatkan oleh rupiah untuk dapat menguat.
"Apalagi rupiah juga terbantukan dengan dirilisnya angka cadangan devisa Februari 2015 sebesar USD115,5 miliar yang naik 1,14% dari USD114,2 miliar," jelas Reza.
Kemudian angka pertumbuhan peredaran uang (M2) di mana posisi M2 pada Januari 2015 tercatat sebesar Rp4.174,2 triliun, atau tumbuh sebesar 14,3% secara year on year (yoy). Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2014 yang sebesar 11,9% (yoy).
Selain itu, adanya sentimen tersebut tampaknya menjawab kekhawatiran pihaknya sebelumnya yang menyampaikan laju rupiah tidak jauh berbeda dengan ulasan sebelumnya.
"Laju rupiah masih memperlihatkan adanya pelemahan dan kali ini pun jika tidak adanya sentimen positif tentu akan membuat laju Rupiah kian bergerak melemah," pungkasnya.
(izz)