Disparitas Harga Pangan Jadi Masalah Krusial

Senin, 09 Maret 2015 - 13:31 WIB
Disparitas Harga Pangan...
Disparitas Harga Pangan Jadi Masalah Krusial
A A A
JAKARTA - Dosen Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Edi Santosa mengatakan, masih adanya disparitas harga pangan masih menjadi permasalahan krusial di Tanah Air. Ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas, membuat negara tidak mengalami perbaikan dalam sektor pencapaian pangan.

"Kalau ditelusuri indeks pangan tidak naik maupun turun apalagi ketergantungan impor yang tinggi. Akses masyarakat dalam negeri yang terbatas terhadap pangan serta riset development kita masih kecil terhadap pangan," ujarnya di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (9/3/2015).

Menurutnya, ketika ada pergerakan atau tekanan ditingkat global sangat mudah berdampak masuk ke dalam negeri. Sedangkan ketika ada isu di dalam negeri sulit untuk mengangkatnya ke ranah internasional.

Edi menjelaskan, pangan serta energi merupakan sektor yang relatif cepat bertumbuh dibandingkan dengan sektor lainnya. Terlebih adanya keterkaitan erat antara pangan dan energi.

"Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik maka harga pangan juga naik, namun bila harga minyak turun 60% maka berdampak pada harga pangan turun 2,8%. Lalu meningkatkan indeks ketahanan pangan pada 79 dari 109 negara," jelas dia.

Kedua sektor tersebut dinilainya dapat dilihat sebagai pencapaian dalam 100 hari pemerintahan Jokowi-JK. Pada sisi energi, Edi mengimbau pemerintahan Jokowi harus melakukan pembaharuan atas kontribusi minyak dan gas (migas) sebagai penopang ekonomi dalam negeri.

Sekadar informasi, berdasarkan rilis Global Food Security Index Januari tahun ini, dijelaskan bila adanya keterkaitan erat antara pangan dan energi. Di antaranya dengan harga minyak yang turun 60%, maka harga pangan turun 2,8%, dan meningkatkan indeks ketahanan pangan pada 79 dari 109 negara. Selain itu, harga pangan tahun ini akan semakin murah karena biaya transportasi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved