DPR: Pelabuhan Cilamaya Turunkan Penerimaan Negara

Selasa, 10 Maret 2015 - 15:18 WIB
DPR: Pelabuhan Cilamaya...
DPR: Pelabuhan Cilamaya Turunkan Penerimaan Negara
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika mengatakan, pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Jawa Barat tidak memberikan banyak manfaat untuk Indonesia. Bahkan, penerimaan negara justru akan turun jika pelabuhan tersebut jadi dibangun di Cilamaya.

Dia menjelaskan, di lokasi tersebut terdapat kegiatan perminyakan dan banyak tersalurkan pipa-pipa migas. Pembangunan Pelabuhan Cilamaya tersebut, nantinya akan memaksa pipa-pipa migas itu dihentikan operasinya.

"Kegiatan perminyakan itu berseliweran pipa-pipa. Sebelum dibangun sudah dilakukan clearance oleh Angkatan Laut. Nanti kalau ada pembangunan pelabuhan, maka semuanya akan berhenti demi keselamatan. Kalau enggak bisa kebakar," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/3/2015).

Kardaya mengemukakan, pembangunan pelabuhan di Cilamaya tersebut maka kegiatan untuk mencari minyak di lokasi tersebut akan terganggu. Selanjutnya, dampak yang terjadi tidak hanya dirasakan PT Pertamina (Persero), lebih jauh kepada sektor lain seperti pertanian.

Hal ini lantaran, jika kegiatan operasional minyak dan gas Pertamina tersebut terganggu, maka kegiatan pabrik pupuk pun otomatis akan berhenti. Sebab, gas untuk menghidupi pabrik-pabrik tersebut dipasok dari pipa-pipa gas milik Pertamina.

"Pabrik pupuk stop, maka petani di sekitar situ beli pupuk dari mana? Tentu pertanian sebagai lumbung padi akan terganggu. Lokasi terganggu dan pabrik pupuk terganggu," tutur dia.

Selain itu, sebesar 60% listrik di Jakarta yang dipasok dari gas di lokasi tersebut berpotensi padam. Akibatnya sebagian wilayah Jakarta akan mati listrik. "Dampaknya ke penerimaan negara, income negara turun, income daerah turun dari bagi hasil pun juga turun. Pelabuhan itu bukan untuk masyarakat, untuk siapanya pun saya enggak tahu," pungkas Kardaya.

(Baca: DPR Minta Kemenhub Kaji Ulang Pelabuhan Cilamaya)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kang Jimat Mulai Bangun...
Kang Jimat Mulai Bangun Jalan Patimban-Cilamaya
Kerusakan DAS Cilamaya...
Kerusakan DAS Cilamaya Jadi Perhatian Serius Pemprov Jabar
Tim Khusus Tindak Tegas...
Tim Khusus Tindak Tegas Perusak Daerah Aliran Sungai Cilamaya
Tambah Kapasitas PLTS,...
Tambah Kapasitas PLTS, Pertamina NRE Dukung Pertanian di Cilamaya
24 Sekolah Dasar di...
24 Sekolah Dasar di Cilamaya Kulon Karawang Simulasi Jelang PTM
Kilang LPG Cilamaya...
Kilang LPG Cilamaya Siap Beroperasi, Perkuat Program Substitusi Impor dan Ketahanan Energi
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
7 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
8 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
9 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
9 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
9 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved