SKK Migas Usul Pelabuhan Cilamaya Digeser ke Indramayu
Selasa, 10 Maret 2015 - 17:37 WIB
SKK Migas Usul Pelabuhan Cilamaya Digeser ke Indramayu
A
A
A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengusulkan agar lokasi pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Jawa Barat (Jabar) digeser ke Pelabuhan Balongan di Indramayu. Hal ini guna menghindari terganggunya kegiatan operasional dari anak usaha PT Pertamina (Persero).
Vice President Management Representative SKK Migas Elan Biantoro menuturkan, di lokasi tersebut telah ada pelabuhan yang berdiri. Dengan demikian, pemerintah pun dapat melakukan efisiensi, sebab hanya tinggal memperlebar pelabuhan tersebut.
"SKK Migas mengusulkan bangun didekat Balongan. Jadi kita punya tanker lewat situ juga. Kita tinggal lebarin saja pelabuhannya, tidak perlu investasi lebih mahal di Cilamaya. Harusnya alternatif itu jalan," katanya di Jakarta, Selasa (10/3/2015).
Sebab, sambung dia, banyak kerugian yang akan timbul jika pemerintah tetap ngotot ingin mewujudkan pembangunan Pelabuhan Cilamaya tersebut. Salah satunya, pemasukan negara dari Pertamina sebesar 40 ribu barel per hari (bph) akan lenyap.
"Pasokan listrik ke Muara Karang berkurang, pabrik semen mati, pabrik pupuk mati. Belum lagi pemasukan 40 ribu bph untuk negara, jadi kan kira-kira USD2 miliar per hari, atau satu bulan itu sekitar USD750 miliar," pungkas Elan.
(Baca: Jokowi Diminta Turun Tangan Beresi Pelabuhan Cilamaya)
Vice President Management Representative SKK Migas Elan Biantoro menuturkan, di lokasi tersebut telah ada pelabuhan yang berdiri. Dengan demikian, pemerintah pun dapat melakukan efisiensi, sebab hanya tinggal memperlebar pelabuhan tersebut.
"SKK Migas mengusulkan bangun didekat Balongan. Jadi kita punya tanker lewat situ juga. Kita tinggal lebarin saja pelabuhannya, tidak perlu investasi lebih mahal di Cilamaya. Harusnya alternatif itu jalan," katanya di Jakarta, Selasa (10/3/2015).
Sebab, sambung dia, banyak kerugian yang akan timbul jika pemerintah tetap ngotot ingin mewujudkan pembangunan Pelabuhan Cilamaya tersebut. Salah satunya, pemasukan negara dari Pertamina sebesar 40 ribu barel per hari (bph) akan lenyap.
"Pasokan listrik ke Muara Karang berkurang, pabrik semen mati, pabrik pupuk mati. Belum lagi pemasukan 40 ribu bph untuk negara, jadi kan kira-kira USD2 miliar per hari, atau satu bulan itu sekitar USD750 miliar," pungkas Elan.
(Baca: Jokowi Diminta Turun Tangan Beresi Pelabuhan Cilamaya)
(izz)
Lihat Juga :