IHSG Diprediksi Melemah Tertekan Koreksi Wall Street

Rabu, 11 Maret 2015 - 08:24 WIB
IHSG Diprediksi Melemah...
IHSG Diprediksi Melemah Tertekan Koreksi Wall Street
A A A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan tidak menutup peluang untuk terkoreksi karena dibayangi data makro dari luar negeri dan bursa Wall Street.

Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola meeting lines bertahan di atas area middle bollinger band (MBB). MACD kembali turun dengan histogram negatif yang lebih rendah. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan dari penurunan.

"Perlu dicermati rilis data-data makro, antara lain dari China yang dapat mempengaruhi laju IHSG. Meski masih ada potensi pembalikan arah naik bagi IHSG, namun bursa saham global yang melemah akan menutup peluang kenaikan tersebut," ujarnya di Jakarta, Rabu (11/3/2015).

Apalagi, dia menambahkan, jika masih diiringi pelemahan nilai tukar rupiah dan aksi jual investor asing. Karena itu, dia menyarankan untuk tetap mencermati sentimen yang ada.

Reza memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.395-5.400 dan resisten 5.468-5.478. Laju IHSG kemarin mampu bertahan di area target resisten 5.458-5.490 dan sempat bergerak di bawah area target support 5.420-5.432.

Kemarin, IHSG sempat mengalami pelemahan di awal perdagangan, namun akhirnya mampu kembali berada di zona hijau seiring kembalinya aksi beli pelaku pasar memanfaatkan pelemahan mayoritas harga saham sebelumnya.

Selain itu, juga merespon pembalikan arah bursa saham Amerika Serikat (AS) yang berakhir hijau setelah adanya pemberitaan kesepakatan merjer akuisisi dari beberapa emiten dan rilis turunnya labor market conditions index yang turut mendukung positifnya laju bursa saham AS.

"Pola ini sempat terjadi pada akhir Januari lalu, di mana laju IHSG mengalami pelemahan hingga menyentuh level terendahnya di 5.208 dan di hari berikutnya bergerak naik hingga mampu ditutup di level 5,277," tutur dia.

Begitupun saat pertengahan Februari lalu, di mana sempat melemah ke 5.320 dan dihari berikutnya mampu ditutup naik di 5.337. Dengan pola yang sama, laju IHSG kali pun kurang lebih memiliki kesamaan pola.

Meski IHSG mampu menguat, namun laju tersebut diiringi dengan masih berlanjutnya pelemahan laju USD dan kembalinya asing mencatatkan aksi jual. Investor asing kembali melakukan nett sell dari net sell Rp283,25 miliar menjadi net sell Rp484,96 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
266 Saham Terkulai,...
266 Saham Terkulai, IHSG Ditutup Anjlok 32,47 poin ke 6.277
IHSG Sulit Tembus Level...
IHSG Sulit Tembus Level 6.400, Ini Penyebabnya
233 Saham Melemah, IHSG...
233 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun ke Level 6.324
Terkoreksi Lagi, IHSG...
Terkoreksi Lagi, IHSG Ditutup Turun 14,56 Poin ke Level 6.309
Ada Potensi Koreksi,...
Ada Potensi Koreksi, IHSG Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini
IHSG Diprediksi Bertaji,...
IHSG Diprediksi Bertaji, Pantau 6 Saham Ini
Berita Terkini
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
12 menit yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
1 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
3 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Diprediksi Puncak Arus...
Diprediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved