Otoritas Moneter Diimbau Jangan Umbar Retorika

Rabu, 11 Maret 2015 - 19:25 WIB
Otoritas Moneter Diimbau...
Otoritas Moneter Diimbau Jangan Umbar Retorika
A A A
JAKARTA - Analis ekonomi politik AEPI (Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia), Kusfiardi meminta Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter tidak mengumbar retorika atas keterpurukan rupiah terhadap dolar AS (USD).

Menurutnya, upaya mitigasi BI harus berorientasi pada upaya spekulasi yang dilakukan spekulan dengan berselancar di isu global, seperti QE (quantitative easing) oleh the Fed. Termasuk isu membaiknya perekonomian AS. Upaya kehadiran BI juga harus berkorelasi dengan penerapan kebijakan DHE (devisa hasil ekspor) dan kepatuhan menjalankannya.

"Hal penting dalam konteks mitigasi adalah melakukan koreksi kebijakan moneter agar bisa menekan CAD, melalui dorongan kegiatan industri yang memiliki nilai tambah. Baik untuk substitusi impor maupun menggenjot ekspor," ujarnya, Rabu (11/3/2015).

Dia menuturkan, terusannya adalah keseriusan melakukan aksi nyata untuk menekan CAD (current account defisit) terutama dari impor migas. "Pemerintah harus prioritaskan bangun refinery agar tak lagi tergantung pada impor BBM. Kemudian membangun industri dasar untuk mengurangi impor bahan baku industri nasional," terangnya.

Tanpa langkah nyata, lanjut Kusfiardi, nilai tukar rupiah tetap akan mengalami gejolak. "Kondisi itu menjadi alat meraup keuntungan bagi spekulan dengan berselancar pada isu eksternal yang tidak sepenuhnya berkorelasi dengan kondisi fundamental rupiah," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
8 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Pakar Ingatkan Omongan...
Pakar Ingatkan Omongan Jokowi, Kebijakan Jangan Dikriminalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved