BI Pede Rupiah Tetap Terbaik dari Negara Berkembang Lain

Kamis, 12 Maret 2015 - 09:42 WIB
BI Pede Rupiah Tetap...
BI Pede Rupiah Tetap Terbaik dari Negara Berkembang Lain
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) percaya diri (pede) kondisi nilai tukar rupiah yang terus tergempur oleh dolar Amerika Serikat (USD) tetap terbaik dibanding pelemahan yang terjadi terhadap mata uang negara berkembang lainnya.

Gubernur BI Agus Martowardojo menuturkan, nilai tukar rupiah sejak Januari 2015 mengalami pelemahan hampir 5,7%. Namun melemahnya rupiah hingga tembus Rp13.200/USD masih dalam kondisi aman.

"Jadi yang kami sampaikan di antara negara berkembang lainnya, Indonesia paling disorot, memang ada depresiasi tapi tidaklah sebesar depresiasi negara berkembang lainnya," katanya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/3/2015) malam.

Dia menyebut, pelemahan nilai tukar mata uang Brazil justru lebih parah dibanding Indonesia hingga mencapai 16,7%, sementara Turki pelemahannya terhadap USD sebesar 13% sejak Januari 2015. Depresiasi mata uang Garuda pun dikatakannya lebih baik dari Afrika Selatan, India, Malaysia, dan Singapura.

"Di ASEAN, perkembangan nilai tukar kita tidak lebih buruk dibanding negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura. Australian dollar juga terdepresiasi terhadap USD," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore kemarin kembali memanggil beberapa menteri bidang perekonomian dalam Kabinet Kerja, BI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membahas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD yang menyentuh Rp13.200/USD.

Pertemuan yang dilakukan di Istana Negara ini dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Gubernur BI Agus Martowardojo dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad.

(Baca: Rupiah Digempur USD, OJK Minta Perbankan Waspada)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
5 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
5 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
6 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
6 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
6 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved