Pengusaha Makanan-Minuman Terpukul Rupiah

Kamis, 12 Maret 2015 - 13:47 WIB
Pengusaha Makanan-Minuman...
Pengusaha Makanan-Minuman Terpukul Rupiah
A A A
JAKARTA - Pengusaha makanan dan minuman (mamin) yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mengaku terpukul dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga tembus Rp13.200 per USD.

Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman mengatakan, meskipun saat ini pengusaha mamin kelas menengah-besar masih belum terpengaruh dengan pelemahan rupiah. Namun, jika kondisi ini terus berlangsung lama, maka dampaknya akan sangat besar.

"Kita melihat ini pengaruhnya, kalau buat industri pangan menengah besar punya daya tahan. Kita punya bahan baku satu bulan, stok barang jadi satu bulan, biasanya stok distributor dan retailer itu satu bulan. Tapi kalau ini berlangsung lama, pengaruhnya cukup besar," ucapnya kepada Sindonews di Jakarta, Kamis (12/3/2015).

Dia mengatakan, Gapmmi sebelumnya telah memprediksi nilai tukar rupiah di kisaran Rp12.500/USD hingga Rp13.000/USD. Sebab itu, pihaknya menunggu kebijakan pemerintah untuk kembali menstabilkan rupiah. (Baca: Rupiah Ambruk, Jokowi Pede Ekonomi Tetap Baik).

"Karena kalau tidak harus kalkulasi ulang harga pokok kita. Karena memang kita masih banyak impor bahan baku, juga kemasan-kemasan masih banyak impor. Kayak plastik dan segala macamnya," teran Adhi.

Selain itu, pembelian gas melalui PT Perusahaan Gas Negara (Persero) masih dalam bentuk dolar. Biaya angkut pelabuhan hingga sewa kantor pun masih menggunakan mata uang negari Paman Sam tersebut.

"Ini penambahan biaya yang mustinya pemerintah kalau melihat dasar Undang-Undang (UU) BI, harus transaksi dalam rupiah. Kenyataannya semua masih dalam dolar," tandas dia.

(Baca: Rupiah Siang Ini Berhenti di Rp13.197/USD).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri F&B Melaju...
Industri F&B Melaju Pesat, LNK Jawab Tantangan Lewat Fasilitas Inovatif
Kinerja Industri Minuman...
Kinerja Industri Minuman Tahun 2023 Serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman Indonesia: Melaju Pesat, Siap Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman Lakukan Inovasi Antisipasi Pandemi
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman 'Dimasak' Menuju Transformasi Digital
25 Tahun Berkiprah,...
25 Tahun Berkiprah, Foodex Fokus Kembangkan Cita Rasa Nusantara
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
52 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved