Indofarma Bisa Rugi Jika Rupiah Terus Melemah

Jum'at, 13 Maret 2015 - 15:11 WIB
Indofarma Bisa Rugi...
Indofarma Bisa Rugi Jika Rupiah Terus Melemah
A A A
JAKARTA - Corporate Secretary PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) Yasser Arafat mengatakan bahwa jika rupiah terus melemah akan merugikan perseroan.

Pasalnya, industri farmasi menggunakan bahan baku impor dan bahan baku tersebut dibeli dengan rupiah. Akibatnya, ketika rupiah terkoreksi akan memberi imbas kepada perusahaan.

"Jadi risiko minimalkan (pelemahan rupiah), kita tidak bisa hedging, kan mahal. Kalau melemah terus (rupiah) bisa rugi kita akhirnya," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Jumat (13/3/2015).

Yasser menjelaskan bahwa dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara Paman Sam tersebut berlaku ke semua industri, tidak hanya farmasi.

"(Pelemahan rupiah) itu kan berlaku ke semua (sektor), bukan hanya farmasi," jelas Yasser.

Terkait pelemahan rupiah, dia mengaku, perusahaan farmasi plat merah tersebut memiliki langkah untuk meninimalisir dampaknya terhadap perusahaan, yakni dengan cara tidak terlalu banyak menggunakan USD dalam transaksi.

Sementara itu, persereoan pada tahun ini mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp135 miliar untuk pengembangan kapasitas, compliance dan produk baru.

Perseroan pada tahun lalu berhasil mencetak laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,17 miliar dibanding tahun sebelumnya merugi senilai Rp54,22 miliar.

Laba tersebut akibat kemampuan perusahaan membukukan pendapatan dan menekan beban. Penjualan INAF pada akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp1,38 triliun, naik 2,98% dibanding tahun sebelumnya senilai Rp1,34 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaji dan Tunjangan Yeliandriani,...
Gaji dan Tunjangan Yeliandriani, Direktur Utama PT Indofarma
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Beri Cek Kosong, Dirut...
Beri Cek Kosong, Dirut PT Darmi Bersaudara Tbk Dipolisikan
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
13 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
14 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
24 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved