Infrastruktur Industri Belum Memadai

Sabtu, 14 Maret 2015 - 13:09 WIB
Infrastruktur Industri...
Infrastruktur Industri Belum Memadai
A A A
JAKARTA - Pemerintah pusat dan daerah dinilai lamban dalam mengantisipasi kebutuhan infrastruktur, konektivitas, dan layanan logistik saat perekonomian berkembang dengan cepat.

Anggota Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Ina Primiana mengatakan, pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah sampai saat ini belum menjawab kebutuhan infrastruktur bagi industri.

“Pembangunan infrastruktur seharusnya 5% dari PDB (produk domestik bruto). Harusnya dianggarkan Rp500 triliun tetapi kita hanya mampu Rp200 triliun,” ujar dia di Jakarta kemarin. Dia menambahkan, saat ini rata-rata anggaran infrastruktur yang telah dialokasikan oleh pemerintah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baru sekitar 3% dari PDB.

Sehingga diperkirakan, empat tahun ke depan kemampuan pemerintah menanggung pembiayaan infrastruktur hanya sekitar 30%. Persentase itu jauh di bawah negara lain seperti India 7% dan Malaysia yang mencapai 9% dari PDB. Menurut Ina, lemahnya pembangunan infrastruktur di Tanah Air juga ditengarai tidak berjalannya koordinasi antarkementerian.

Dia menduga, selama ini infrastruktur yang dibangun tanpa melihat kebutuhan industri. “Ini terlihat dari biaya logistik yang masih saja tidak murah,” tegasnya. Dia mencontohkan, saat akan membangun di Indonesia bagian timur, semua kementerian harus duduk bersama sehingga tahu industri apa yang ingin dibangun dan apa saja yang masih kurang.

“Memang egosektoral masih tinggi sehingga harus dihindari. Harus lihat persoalan yang dihadapi oleh industri dan dunia usaha,” ungkapnya. Ina menambahkan, apabila ingin menarik investor lebih banyak, maka masalah-masalah seperti perizinan, peraturan, dan gangguan iklim usaha seharusnya bisa dihilangkan.

Kemudian, ketika investor hendak menanamkan modalnya di Indonesia, harus melihat bahwa infrastruktur sudah ada. “Contoh, rencana Pelabuhan Cilamaya muncul karena Jepang merasa pembangunan kita tidak memikirkan industri yang ada di Jabotabek. Tanpa pikir panjang, bangun Cilamaya tanpa melihat ada pipa Pertamina,” ujarnya.

Dia menambahkan, rencana itu sah-sah saja karena Jepang ingin menyelamatkan usahanya. Menurutnya, infrastruktur di beberapa kawasan industri juga belum didukung kementerian lain. “Baru Kementerian Perindustrian, yang lain belum. Tidak bisa industri berjalan sendiri,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Imam Haryono mengatakan, pembangunan infrastruktur akan mendukung 14 kawasan industri di luar Jawa. Adapun, kebutuhan penanganan infrastruktur untuk mendukung 13 kawasan industri bisa mencapai Rp55,444.8 triliun yang meliputi sejumlah proyek strategis seperti pelabuhan, jalan tol, jalan, kereta api, listrik, dan bandara.

Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur di kawasan industri akan dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). “Tahap perencanaan ada di Bappenas. Sementara, tahap implementasi itu ada di Kementerian Koordinator. Saya kira itu harus dikoordinasikan,” tandasnya.

oktiani endarwati
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
5 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
5 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
6 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
6 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
6 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
6 jam yang lalu
Infografis
Akhirat, Planet yang...
Akhirat, Planet yang Belum Dijangkau Astronot Akan Diungkap?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved