Korporasi Asing Seharusnya Tak Lakukan Repatriasi Devisa

Sabtu, 14 Maret 2015 - 23:55 WIB
Korporasi Asing Seharusnya...
Korporasi Asing Seharusnya Tak Lakukan Repatriasi Devisa
A A A
JAKARTA - Direktur Institute Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati meminta pemerintah memberikan insentif terhadap korporasi asing yang tidak melakukan repatriasi devisa. Hal tersebut dinilai dapat mengurangi tekanan permintaan terhadap USD.

Dia mengatakan, selama ini salah satu yang menyebabkan transaksi berjalan defisit adalah repatriasi devisa yang cukup besar. "Pemerintah harus merinci aturan-aturan insentif terkait penangguhan repatriasi devisa," ucapnya di Jakarta, Sabtu (14/3/2015).

Enny mengungkapkan, Indonesia sedianya bisa memanfaatkan momentum yang terjadi pada ekonomi global. Sebab, saat ini keuangan global baru saja mengalami kelebihan likuiditas, dan para investor pun masih bingung menempatkan investasinya lantaran perekonomian global yang tidak stabil.

“Ini yang mestinya jadi momentum kita. Karena ketika orang tidak banyak pilihan untuk investasi, kalau diberi insentif maka investor akan stay. Jadi ada penurunan tekanan terhadap permintaan terhadap dolar," tambah Enny.

Dia menambahkan, aturan penggunaan rupiah dalam setiap transaksi di dalam negeri pun harus diperkuat. Selama ini, beberapa BUMN pun masih menggunakan dolar sebagai alat transaksi dalam kegiatan operasionalnya.

“Ini agar tidak ada tekanan berlebihan terhadap dolar di luar kebutuhan impor dan pembayaran utang," tandas Enny.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
4 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
4 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
5 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
5 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
5 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
7 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved