Pemerintah Dinilai Lambat Sikapi Pelemahan Rupiah

Minggu, 15 Maret 2015 - 19:16 WIB
Pemerintah Dinilai Lambat...
Pemerintah Dinilai Lambat Sikapi Pelemahan Rupiah
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA), Muhammad Idrus menilai, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terlalu lambat menyikapi pelemahan rupiah. Antisipasi seharusnya sudah dilakukan jauh-jauh hari agar tidak terjadi aksi spekulasi.

"Sikap pemerintah seolah tidak ada masalah nilai tukar dan menyalahkan eksternal. Ini membahayakan, posisi rupiah, yang kini terendah sejak 15 tahun lalu," ujarnya, Minggu (15/3/2015).

Dia mengkritik pemerintah yang selalu mengatakan kondisi ini dari faktor eksternal. Seharusnya ada upaya serius dari moneter dan fiskal untuk membendung depresiasi terlalu dalam.

Pemerintahan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) disebutkan mengeluarkan kebijakan dari kementerian keuangan untuk jangka pendek. "Waktu dulu dolar (USD) baru lewati Rp10.000 dan akhirnya tidak melampaui 12.000. Pemerintah harus lebih proaktif karena instrumen BI tidak terlalu banyak. Jangan selalu bilang aman saja," tegasnya.

Kondisi depresiasi ini sangat buruk karena mendorong inflasi. Sehingga pendapatan masyarakat kelas menengah yang tumbuh berkurang. Dibutuhkan rencana mitigasi yang substansial dan seharusnya dilakukan sejak kondisi normal.

"Jangan malu akui kita belum siap. Pemerintahan harus punya action plan mitigasi depresiasi untuk jangka pendek," tegasnya. (Baca: (Kumpulan Berita Pelemahan Rupiah)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
16 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
18 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
21 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
22 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved