Ekonom: Devisa Hasil Ekspor Lebih Efektif Bantu Rupiah

Minggu, 15 Maret 2015 - 22:16 WIB
Ekonom: Devisa Hasil...
Ekonom: Devisa Hasil Ekspor Lebih Efektif Bantu Rupiah
A A A
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto mengatakan, kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) yang tegas dapat membantu rupiah dalam kebijakan jangka pendek.

Dia berharap, delapan paket kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK mampu menghentikan depresiasi. Namun, paket kebijakan tersebut baru akan berdampak dalam jangka menengah-panjang, terutama terkait tax allowance dan pembentukan Badan Umum Milik Negara (BUMN) reasuransi.

"‎Sementara kebijakan yang memiliki efek lebih cepat, seperti pajak pertambahan nilai (PPN) galangan kapal, biofuel, perbaikan sistem remitansi, anti dumping, dan penggunaan Letter of credit (LC) diperkirakan belum cukup efektif meredam pelemahan rupiah," ujar Eko, Minggu (15/3/2015).

‎Menurutnya, di samping paket kebijakan tersebut, pemerintah juga harus melakukan langkah-langkah perbaikan di dalam negeri. Tujuannya adalah memperbaiki sisi fundamental perekonomian domestik di antaranya segera mengeksekusi pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan daya saing ekonomi.

Di luar itu, lanjut Eko, kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) harus lebih tegas. Sehingga, jika tidak ada kepatuhan dari eksportir untuk menaruh devisa hasil ekspor di bank dalam negeri, harus diberi sanksi yang tegas.

"Terlebih untuk eksportir sumber daya alam yang jelas-jelas produknya dihasilkan dari bumi Indonesia," tegasnya.

Bahkan, seharusnya pemerintah bisa mencari jalan keluar yang bisa dirasakan dampaknya dalam jangka pendek. Karena upaya meredam depresiasi itu harus cepat/jangka pendek.

"Nah, saya rasa penguatan kebijakan devisa hasil ekspor, dengan sinergi antara BI dan pemerintah akan lebih efektif dalam jangka pendek dari pada berbagai insentif fiskal yang bisa saja tidak efektif jika tidak direspon oleh pelaku usaha," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
17 menit yang lalu
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
44 menit yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
56 menit yang lalu
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
2 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
3 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
3 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved