BPS: Februari, Rupiah Terdepresiasi 2,95% terhadap USD
Senin, 16 Maret 2015 - 15:07 WIB
BPS: Februari, Rupiah Terdepresiasi 2,95% terhadap USD
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statitsik (BPS) Suryamin mengatakan, rupiah mengalami depresiasi sebesar 2,95% terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Februari 2015. Untuk rata-rata kurs tengah eceran rupiah terhadap USD di 34 provinsi, tertinggi terjadi di pekan keempat Februari 2015 yaitu Rp12.842 per USD.
"Untuk kurs tertinggi menurut provinsi, terjadi di Nusa Tenggara Barat sebesar Rp12.953 per USD pada minggu keempat," ujar dia di Jakarta, Senin (16/3/2015).
Depresiasi mata uang rupiah ini tidak sampai di sana. Posisi kedua mata uang yang mendepresiasi rupiah adalah Euro yang mencapai 2,57%. Untuk depresiasi tertinggi terjadi di pekan keempat Februari 2015 mencapai Rp14.574/ Euro.
"Jawa Barat menduduki kurs tertinggi selama periode itu dengan capaian Rp14.770 per Euro pada minggu keempat," imbuh Suryamin.
Posisi ketiga mata uang yang mendepresiasi rupiah adalah Yen Jepang. Dengan rata-rata kurs tengah eceran tercatat di pekan keempat Februari 2015 mencapai Rp107,83/yen Jepang. "Sulawesi Utara menjadi provinsi tertinggi dengan capaian Rp124,50/ yen Jepang. Itu terjadi pada minggu pertama," ujar Suryamin.
Sementara, untuk dolar Australia (AUS) mendepresiasi rupiah sebesar 1,13%. Tertinggi tercatat pada pekan keempat Februari dengan pencapaian Rp10.070/ AUS. Tertinggi terjadi di Riau dengan capaian Rp10.210/ AUS pada pekan keempat.
"Untuk kurs tertinggi menurut provinsi, terjadi di Nusa Tenggara Barat sebesar Rp12.953 per USD pada minggu keempat," ujar dia di Jakarta, Senin (16/3/2015).
Depresiasi mata uang rupiah ini tidak sampai di sana. Posisi kedua mata uang yang mendepresiasi rupiah adalah Euro yang mencapai 2,57%. Untuk depresiasi tertinggi terjadi di pekan keempat Februari 2015 mencapai Rp14.574/ Euro.
"Jawa Barat menduduki kurs tertinggi selama periode itu dengan capaian Rp14.770 per Euro pada minggu keempat," imbuh Suryamin.
Posisi ketiga mata uang yang mendepresiasi rupiah adalah Yen Jepang. Dengan rata-rata kurs tengah eceran tercatat di pekan keempat Februari 2015 mencapai Rp107,83/yen Jepang. "Sulawesi Utara menjadi provinsi tertinggi dengan capaian Rp124,50/ yen Jepang. Itu terjadi pada minggu pertama," ujar Suryamin.
Sementara, untuk dolar Australia (AUS) mendepresiasi rupiah sebesar 1,13%. Tertinggi tercatat pada pekan keempat Februari dengan pencapaian Rp10.070/ AUS. Tertinggi terjadi di Riau dengan capaian Rp10.210/ AUS pada pekan keempat.
(izz)