Pembebasan Visa Jadi 30 Negara

Senin, 16 Maret 2015 - 20:10 WIB
Pembebasan Visa Jadi...
Pembebasan Visa Jadi 30 Negara
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menambah pembebasan visa menjadi 30 negara. Padahal, sebelumnya pemerintah hanya mengusulkan 25 negara yang akan dibebaskan visanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, cara ini dipilih lantaran cukup mudah dan ampuh meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang melancong ke Indonesia.

"Bebas visa ini adalah salah satu cara kita untuk meningkatkan wisatawan mancanegara sehingga menggenjot penerimaan devisa," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/3/2015).

Dia menjelaskan cara ini mencontoh keberhasilan sejumlah negara untuk meningkatkan jumlah wismannya melalui mekanisme bebas visa tersebut. Misalnya, Malaysia yang kini telah membebaskan visa masuk 144 negara dan Thailand dengan 56 negara bebas visa. "Posisi kita sekarang ada bebas visa 15 negara, dengan tambahan ini menjadi total 45 negara," sebut dia.

Mantan bos Telkom ini berharap, pembebasan visa ini akan mampu meningkatkan jumlah wisman ke Indonesia hingga 1 juta orang. Diperkirakan, akan ada tambahan pemasukan dari wisman sebanyak USD1 miliar, dengan asumsi pengeluaran wisatawan sebesar USD1.200 per orang.

Dia memastikan, pihaknya akan terus memperbaiki tata kelola pariwisata didalam negeri. Bahkan, dengan peningkatan hingga 50% tersebut, kapasitas pariwisata di tanah air masih mencukupi.

"Akan diberlakukan mulai seminggu, setelah itu berlaku. Misalnya bulan depan mungkin sudah bisa. Kita udah siapkan 50% kapasitas pengembangan masih cukup," pungkas Arief.

Sekadar Informasi, ketiga puluh negara yang akan dibebaskan kewajiban visanya adalah sebagian Asia, Eropa, Amerika Serikat, dan Timur Tengah. Untuk wilayah Asia Pacific di antaranya China, Jepang, dan Korea Selatan. Untuk negara-negara di Amerika, misalnya Kanada, Selandia Baru, dan Meksiko.

Dari wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika hampir semua negara, di antaranya Rusia, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, dan Swedia. Juga ada Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Selatan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pariwisata Indonesia...
Pariwisata Indonesia Bertumbuh Pesat Sepanjang 2025, Raup Devisa USD18,5 Miliar
Tumbuhkan Pariwisata,...
Tumbuhkan Pariwisata, Disbudpar Kota Batam Gelar Parekraf Festival
Pelesiran ke Batam,...
Pelesiran ke Batam, Tidak Afdol Kalau Belum Kunjungi Balerang Bridge
Menteri Sandiaga Uno...
Menteri Sandiaga Uno Pastikan Ekonomi Kreatif Sokong Ekonomi Bangsa
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
16 menit yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
1 jam yang lalu
Harga Avtur Domestik...
Harga Avtur Domestik Turun hingga 10 Persen Mulai 1 Juni 2026, Kabar Baik buat Industri Penerbangan
1 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Turbo...
Harga BBM Pertamax Turbo Naik per 1 Juni 2026, Dexlite dan Dex Turun
2 jam yang lalu
Hasilkan Riset Berkelanjutan,...
Hasilkan Riset Berkelanjutan, Kayla Raih Pendanaan Global Youth Action Fund
12 jam yang lalu
Potensi Tambahan Penerimaan...
Potensi Tambahan Penerimaan Negara dari DSI Masih Dihitung, Purbaya: Belum Ketemu Angkanya
12 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved