DPR Nilai Koordinasi Kementerian Ekonomi Tak Optimal

Kamis, 19 Maret 2015 - 10:38 WIB
DPR Nilai Koordinasi...
DPR Nilai Koordinasi Kementerian Ekonomi Tak Optimal
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Rofi Munawar melihat bahwa koordinasi kementerian ekonomi dan pangan di pemerintahan tidak optimal, baik secara horizontal sesama menteri maupun secara vertikal dengan presiden.

Situasi itu tergambar, dalam rapat kabinet terbatas di Istana Bogor, Minggu (15/3/2015) lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir para menteri yang tidak melaporkan perkembangan harga beras kepadanya.

"Kualitas keputusan salah satunya akan sangat ditentukan dari kemampuan membangun koordinasi, komunikasi dan melakukan formulasi data realitas. Namun ironisnya di dalam banyak kesempatan kita sering menyaksikan bahwa kinerja kabinet dalam permasalahan ini sangat buruk," ungkap Rofi dalam rilisnya, Kamis (19/3/2015).

Setelah menyindir para menteri yang tidak melapor, Jokowi lantas menyebutkan harga beras terbaru sesuai data yang diperoleh dari timnya di Pasar Cipinang. Menurut Jokowi saat itu, kenaikan harga beras hanya Rp100/liter setelah dilakukan operasi pasar (OP).

"Lempar tanggung jawab seringkali terjadi satu menteri dengan lainnya dan di saat yang bersamaan kualitas informasi seringkali tidak diperhatikan dengan baik. Tentu saja jika hal ini terus diperhatikan akan menjadi kendala dalam realiasasi berbagai program publik," sindir Rofi.

Legislator dari Jatim VII ini menambahkan, dari kejadian ratas tersebut bisa terlihat bahwa setidaknya ada dua permasalahan utama, yaitu lemahnya koordinasi dan daya dukung struktur kementerian yang belum optimal.

Menurut dia, lemahnya koordinasi seperti ini cukup sering terjadi jika mau ditelusuri. Misalnya, terkait raskin dan target swasembada pangan 2017, yang satu sama lain tidak sesuai. Oleh karenanya, kata dia, fungsi Kementerian Koordinator bidang Perekonomian cukup penting dalam menjaga arus informasi dan kebijakan lintas kementerian.

"Kita melihat bahwa sistem koordinasi dan laporan tidak berjalan maksimal di dalam kabinet, sedangkan di sisi lain ironisnya presiden mengandalkan data dari tim yang dibentuknya sendiri," tutur Rofi.

Menurut dia, ada baiknya memaksimalkan jalur struktural yang ada agar kualitas data yang diterima oleh presiden tidak salah, mengingat hal tersebut akan menentukan kualitas kebijakan yang dibuat.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penilaian Indef, Menteri-menteri...
Penilaian Indef, Menteri-menteri Ekonomi Ini Layak Diganti
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Menteri Keuangan: Teori...
Menteri Keuangan: Teori Ekonomi Tidak Berlaku Sekarang
Menteri Purbaya Ibaratkan...
Menteri Purbaya Ibaratkan Ekonomi dengan Mesin, Maksudnya?
Menteri Ekonomi Jokowi...
Menteri Ekonomi Jokowi Kumpul di Bali, Bahas Pemulihan Ekonomi
Menteri Ekonomi Dorong...
Menteri Ekonomi Dorong Mahasiswa Unismuh Jadi Penggerak Ekonomi Bangsa
Berita Terkini
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
23 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
30 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
34 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
35 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved