Komentar Menkeu soal The Fed Tunda Kenaikan Suku Bunga
Kamis, 19 Maret 2015 - 16:55 WIB
Komentar Menkeu soal The Fed Tunda Kenaikan Suku Bunga
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menilai, langkah The Fed yang menunda kenaikan suku bunga atau Fed Rate lantaran Amerika Serikat (AS) masih ingin melihat perbaikan ekonomi di negaranya, sehingga kenaikan Fed Rate tidak sampai 100 basis point.
Menurutnya, timing atau waktunya tidak harus Juni-Juli seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya. "Menurut kami itu akan menyejukkan pasar. Ini bisa terlihat dari pergerakan rupiah hari ini. Kita jaga terus termasuk melihat pertemuan FOMC berikutnya. Dan mencermati recovery di Amerika Serikat," ujarnya di Kantor Dirjen Pajak, Jakarta, Kamis (19/3/2015).
Dengan adanya penundaan ini, Bambang menyebutkan tidak akan ada pengaruhnya ke pernarikan bond (Surat Utang Negara).
"Enggak. Kita sudah komitmen penyaluran bond berdenominasi bukan rupiah akan kita lakukan lebih cepat. Tapi bukan dipercepat namun itu sudah sesuai planning," kata dia.
Menkeu tak bisa memastikan kapan dan berapa besaran Fe Rate yang akan ditetapkan The Fed. Saat ini, AS masih mengindikasikan ditunda.
"Namanya juga orang nunggu kapan dan berapa besar. Tapi sudah ada indikasi ditunda dan enggak akan besar. AS juga harus lihat kalau dolar menguat terlalu cepat juga akan merugikan ekonomi AS sendiri. Kenaikan dolar juga harus perhatikan kondisi dalam negeri," pungkas Bambang.
Menurutnya, timing atau waktunya tidak harus Juni-Juli seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya. "Menurut kami itu akan menyejukkan pasar. Ini bisa terlihat dari pergerakan rupiah hari ini. Kita jaga terus termasuk melihat pertemuan FOMC berikutnya. Dan mencermati recovery di Amerika Serikat," ujarnya di Kantor Dirjen Pajak, Jakarta, Kamis (19/3/2015).
Dengan adanya penundaan ini, Bambang menyebutkan tidak akan ada pengaruhnya ke pernarikan bond (Surat Utang Negara).
"Enggak. Kita sudah komitmen penyaluran bond berdenominasi bukan rupiah akan kita lakukan lebih cepat. Tapi bukan dipercepat namun itu sudah sesuai planning," kata dia.
Menkeu tak bisa memastikan kapan dan berapa besaran Fe Rate yang akan ditetapkan The Fed. Saat ini, AS masih mengindikasikan ditunda.
"Namanya juga orang nunggu kapan dan berapa besar. Tapi sudah ada indikasi ditunda dan enggak akan besar. AS juga harus lihat kalau dolar menguat terlalu cepat juga akan merugikan ekonomi AS sendiri. Kenaikan dolar juga harus perhatikan kondisi dalam negeri," pungkas Bambang.
(izz)
Lihat Juga :