Politisi Masuk BUMN, Pemerintah Diminta Ubah Cara Pandang

Jum'at, 20 Maret 2015 - 21:07 WIB
Politisi Masuk BUMN,...
Politisi Masuk BUMN, Pemerintah Diminta Ubah Cara Pandang
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta mengubah cara pandang mengenai penempatan orang di perusahaan negara. Hal ini menanggapi masuknya para politisi menjadi komisaris di perbankan pelat merah tersebut.

Direktur Center for Banking Crisis (CBC) Deni Daruri mengemukakan, pemerintah seharusnya jangan memandang pergantian direksi dan komisaris sebatas mengganti orang. Namun, faktor kemampuan dan latar belakang juga harus menjadi penentu.

"Karena melihatnya hanya sekadar mengganti direksi. Kan itu yang enggak benar. Harusnya pemerintahan Jokowi mengubah gaya seperti itu," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (20/3/2015).

Menurut Deni, pemerintah seharusnya terlebih dahulu membuat kerangka acuan awal bagaimana perbankan BUMN menghadapi tantangan global. Kemudian setelah itu, baru menentukan orang-orang yang akan menduduki posisi tersebut.

"Ini kan karena enggak ada kerangka bagiamana perbankan BUMN menjadi lebih baik, akhirnya semua dimasukkan politisi lah atau orang-orang yang punya kaitan dengan partai politik lah," imbuhnya.

Dia menegaskan, langkah pemerintah yang asal menempatkan para politisi menduduki posisi strategis tersebut bisa jadi akan menghambat kinerja perusahaan. Terlebih, arah perbankan pelat merah tersebut masih tidak jelas dan rentan kalah dalam persaingan di pasar global.

"Tentukan dulu arah perbankan BUMN kemana. Baru deh silakan yang mau jadi direktur ini target kalian. Kan pada daftar ini enggak jelas programnya, tarik saja dari politisi. Nanti begitu ada gangguan gimana kita mau bersaing. Udah enggak zamannya. Kasih tahu tuh Presiden (Jokowi)," tegas Deni.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Tidak Efektif secara...
Tidak Efektif secara Bisnis, 8 BUMN Ini Akan Ditutup
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas...
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas Berkiprah di Lapangan Kerja
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
7 menit yang lalu
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
1 jam yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
2 jam yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
3 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
5 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved