Perusahaan Tur dan Travel Tak Khawatir Penguatan USD
Sabtu, 21 Maret 2015 - 07:41 WIB
Perusahaan Tur dan Travel Tak Khawatir Penguatan USD
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan tur dan travel, Panorama Tours menyatakan tidak khawatir menanggapi penguatan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah.
Managing Director of Leisure Travel Management Panorama Tours, Meity Lukito mengatakan, penguatan USD sudah sering terjadi, dan perseroan justru melihat hal ini sebagai tantangan untuk terus berinovasi dalam pengembangan paket, alternatif produk dan terpenting memahami apa yang diinginkan pelanggan.
"Jika industri lain mungkin akan langsung merasakan dampak penguatan dolar AS (USD), hal ini dapat dikatakan tidak berpengaruh banyak terhadap bisnis usaha kami," ujar Meity, dalam rilisnya, Jumat (20/3/2015).
Dia menuturkan, kebutuhan berpergian sekarang sudah menjadi harga mati dan semua orang pasti berpergian, baik untuk perjalanan wisata ataupun bisnis.
"Dikatakan tidak berpengaruh banyak juga dikarenakan berwisata adalah hal yang biasa dilakukan dengan perencanaan dan memang sudah terjadwal," imbuhnya.
Mengenai penguatan USD juga disikapi dengan penawaran alternatif tanggal kepergian dari high season, diubah menjadi low season ataupun alternatif destinasi ke negara atau kota lain yang pada akhirnya dapat disesuaikan dengan budget masing-masing pelanggan.
Selain itu tidak hanya Panorama Tours yang mengeluarkan produk hemat seperti China 5 hari hanya dengan USD369, tapi juga ada produk yang memang memfokuskan pada produk-produk dengan harga sangat terjangkau dengan promo-promo 'SUPER DEAL'-nya.
"Intinya, kami dapat terus bertahan karena bagi kami merealisasikan keinginan dan kebutuhan pelanggan adalah yang terpenting ditambah lagi berwisata adalah sudah bukan barang baru, tapi sudah menjadi bagian dari lifestyle masyarakat kita," tambah Meity.
Untuk persentase jumlah pelanggan yang berpergian keluar negeri hingga Maret 2015 justru mengalami kenaikan 15% dibanding periode yang sama tahun lalu. Untuk bulan April ini Panorama Tours sendiri memprediksikan juga akan ada peningkatan jumlah pelanggan yang berpergian keluar negeri dikarenakan masih ada beberapa event travel fair yang akan diikuti serta road show ke beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Palembang dan lampung hingga akhir April.
"Untuk destinasi favorit masih dipegang oleh Eropa, Jepang dan Korea, sedangkan untuk ASEAN masih dipegang Singapura, Malaysia dan Thailand," pungkasnya.
Managing Director of Leisure Travel Management Panorama Tours, Meity Lukito mengatakan, penguatan USD sudah sering terjadi, dan perseroan justru melihat hal ini sebagai tantangan untuk terus berinovasi dalam pengembangan paket, alternatif produk dan terpenting memahami apa yang diinginkan pelanggan.
"Jika industri lain mungkin akan langsung merasakan dampak penguatan dolar AS (USD), hal ini dapat dikatakan tidak berpengaruh banyak terhadap bisnis usaha kami," ujar Meity, dalam rilisnya, Jumat (20/3/2015).
Dia menuturkan, kebutuhan berpergian sekarang sudah menjadi harga mati dan semua orang pasti berpergian, baik untuk perjalanan wisata ataupun bisnis.
"Dikatakan tidak berpengaruh banyak juga dikarenakan berwisata adalah hal yang biasa dilakukan dengan perencanaan dan memang sudah terjadwal," imbuhnya.
Mengenai penguatan USD juga disikapi dengan penawaran alternatif tanggal kepergian dari high season, diubah menjadi low season ataupun alternatif destinasi ke negara atau kota lain yang pada akhirnya dapat disesuaikan dengan budget masing-masing pelanggan.
Selain itu tidak hanya Panorama Tours yang mengeluarkan produk hemat seperti China 5 hari hanya dengan USD369, tapi juga ada produk yang memang memfokuskan pada produk-produk dengan harga sangat terjangkau dengan promo-promo 'SUPER DEAL'-nya.
"Intinya, kami dapat terus bertahan karena bagi kami merealisasikan keinginan dan kebutuhan pelanggan adalah yang terpenting ditambah lagi berwisata adalah sudah bukan barang baru, tapi sudah menjadi bagian dari lifestyle masyarakat kita," tambah Meity.
Untuk persentase jumlah pelanggan yang berpergian keluar negeri hingga Maret 2015 justru mengalami kenaikan 15% dibanding periode yang sama tahun lalu. Untuk bulan April ini Panorama Tours sendiri memprediksikan juga akan ada peningkatan jumlah pelanggan yang berpergian keluar negeri dikarenakan masih ada beberapa event travel fair yang akan diikuti serta road show ke beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Palembang dan lampung hingga akhir April.
"Untuk destinasi favorit masih dipegang oleh Eropa, Jepang dan Korea, sedangkan untuk ASEAN masih dipegang Singapura, Malaysia dan Thailand," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :