DPR Nilai PGN Tak Berdaya Bangun Jargas Rumah Tangga

Senin, 23 Maret 2015 - 14:32 WIB
DPR Nilai PGN Tak Berdaya...
DPR Nilai PGN Tak Berdaya Bangun Jargas Rumah Tangga
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika menilai kepemilikan saham PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk yang sebesar 47% dimiliki publik, khususnya asing menyebabkan BUMN tersebut tak berdaya menggerakkan dan membangun jaringan gas (jargas) rumah tangga.

Dia pun mendesak pemerintah untuk mendorong perusahaan pelat merah tersebut merealisasikan pembangunan jargas bagi rumah tangga tersebut.

‪"Agar seperti di negara-negara lain, seperti Bangladesh, Pakistan, apalagi Iran yang sudah dari dulu. Bahkan, Italia dan Perancis saja yang hampir sama sekali tidak punya gas itu sampai berupaya impor untuk (menyalurkan ke) rumah tangga," katanya di The Acacia Hotel, Jakarta, Senin (23/3/2015).‬

Dia meminta pemerintah memikirkan solusi mengenai hal tersebut ke depannya. Dengan demikian, BUMN gas tersebut dapat dirasakan keberadaan dan manfaatnya bagi masyarakat luas.

‪"Jadi, jangan kalau PGN-nya tidak mau itu dibiarkan saja. Itu kalaupun bagi PGN keuntungannya tidak besar, tetapi kalau itu untuk kepentingan negara dan rakyat, dan keuntungannya bagi negara sangat-sangat besar, kenapa tidak?," tegas dia.

Meskipun sahamnya sebagian dimiliki publik, kata Kardaya, namun sedianya keputusan tetap berada pada pemegang saham terbesar, dalam hal ini negara.

‪"Itu yang harus dipikirkan. Meskipun dimiliki publik, yang namanya keputusan itu di saham terbesar. Saham terbesarnya sekarang kan masih dimiliki negara. Dirutnya aja ditentukan pemerintah kok," tuturnya.

‪"PGN duitnya banyak tapi tidak pernah memikirkan jaringan gas, ini dampak dari privatisasi. Karena 47% sahamnya dimiliki swasta, dan mayoritas swastanya asing. Kalau perlu sahamnya itu di buyback," tandas Kardaya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Dukungan Penuh Pemerintah...
Dukungan Penuh Pemerintah dalam Penguatan Pasokan Gas di Sebagian Jabar dan Sumatera
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan...
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan Komitmen Menuju Energi Bersih
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Komitmen PGN Pasok Gas...
Komitmen PGN Pasok Gas Bumi untuk Kelistrikan Secara Berkelanjutan
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
2 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
2 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
3 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
3 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
3 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved