Reaktivasi Jalur KA Pelabuhan Tanjung Emas Dikebut

Senin, 23 Maret 2015 - 19:59 WIB
Reaktivasi Jalur KA...
Reaktivasi Jalur KA Pelabuhan Tanjung Emas Dikebut
A A A
SEMARANG - Reaktivasi jalur kereta api (KA) Semarang Tawang - Pelabuhan Tanjung Emas terus dikebut pengerjaannya. Saat ini, pihak PT KAI sudah melakukan proses maping dan pengukuran lahan milik warga yang terkena dampak reaktivasi.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Suprapto mengatakan, proses maping dan pengukuran baru mulai dilakukan dan diharapkan dalam tiga hari ke depan sudah selesai. "Hari ini baru mulai, butuh waktu kurang lebih tiga hari,” ujarnya, Senin (23/3/2015).

Dia menjelaskan, reaktivasi jalur KA sepanjang 3 kilometer mulai dari stasiun Tawang hingga pelabuhan Tanjung Emas. Reaktivasi akan melewati empat daerah di wilayah Kelurahan Tanjung Mas Semarang. “Proses maping dan pengukuran yang dilakukan supaya PT KAI mengetahui luasan lahan, jumlah kepala keluarga (KK), dan pendataan uang bongkar rumah milik warga. Saat ini warga juga masih terus di data,” imbuhnya.

Suprapto menjelaskan, untuk lahan milik PT KAI yang saat ini masih ditempat oleh warga, saat ini berjumlah 17 kepala keluarga di RT 7 RW 11. Warga yang menempati lahan milik PT KAI akan mendapatkan biaya ganti pembongkaran bangunan.

“Ganti rugi tersebut hanya sebatas uang biaya pembongkaran. Hal ini sesuai dengan SOP yang dimiliki PT KAI. Besarnya uang pembongkaran bangunan sebesar Rp250 ribu permeter persegi untuk bangunan permanen dan Rp200 ribu untuk bangunan semi permanen,” katanya.

Selain reaktivasi jalur, tahun ini PT KAI juga berencanya membangun lahan peti kemas atau Dry Port yang luasnya 5 hektare di Kelurahan Tanjung Emas, lahan peti kemas atau dry port yang dibangun sebagai pendukung untuk reaktivasi jalur KA Tawang-Pelabuhan.

Secara terpisah, General Manager Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Iwan Sabatini menyatakan, TPKS sangat mendukung adanya reaktivasi jalur KA dari stasiun Tawang menuju Pelabuhan Tanjung Emas. Hal itu menurut dia, akan mampu mempercepat proses pengiriman maupun pengambilan barang di TPKS.

Pembangunan rel menuju pelabuhan sepanjang kurang lebih 3 kilometer akan mengurangi beban jalan raya khususnya angkutan khusus barang, dan lebih menghemat waktu, serta biaya sekitar 30%.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Tiket Kereta Api...
Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik 40%
KAI Tambah Kereta Jarak...
KAI Tambah Kereta Jarak Jauh, Ini Rincian Rute dan Jadwalnya
KA Lokal Daop I Jakarta...
KA Lokal Daop I Jakarta Masih Belum Operasi hingga 31 Juli 2020
5 KA Jarak Jauh Beroperasi...
5 KA Jarak Jauh Beroperasi dari Daop 1 Jakarta Mulai 3 Juli 2020, Ini Daftarnya
KAI Siapkan Protokol...
KAI Siapkan Protokol Khusus Hadapi Skenario New Normal
Waktu Perjalanan KA...
Waktu Perjalanan KA Akan Singkat dan Jadwal Keberangkatan Berubah, Awas Telat!
Berita Terkini
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
10 menit yang lalu
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
25 menit yang lalu
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
2 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
2 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
3 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
4 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved