Pengusaha Restoran Keluhkan Pelemahan Rupiah

Selasa, 24 Maret 2015 - 11:14 WIB
Pengusaha Restoran Keluhkan...
Pengusaha Restoran Keluhkan Pelemahan Rupiah
A A A
JAKARTA - Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) membuat para pengusaha restoran di Garut, Jawa Barat (Jabar) cemas. Karena kondisi ini membuat fluktuasi harga yang semakin tidak jelas.

"Lemahnya mata uang rupiah terhadap dolar sangat dirasakan sektor usaha restoran serta industri makanan. Bagaimana tidak, fluktuasi harga bahan baku menjadi sangat tidak jelas," kata Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut Asep Haelusna di Garut, Selasa (24/3/2015).

Asep mengaku para pengusaha harus berpikir ekstra untuk mengakali kondisi fluktuasi harga. Usaha Rumah Makan Nasi Liwet Pak Asep Stroberi yang dijalaninya pun tak luput dari dampak yang dihasilkan atas menguatnya USD.

"Kami punya estimasi dalam memberlakukan nilai harga menu. Tidak sembarangan dalam mengubah menu berikut harganya. Ada sejumlah pertimbangan. Seperti para pengusaha kebanyakan, saya mencoba pintar-pintar untuk mengakalinya. Paling volume atau ons pada menu yang diubah. Yang jelas ada penurunan omzet," terang dia.

Pihaknya juga menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan plin plan dalam menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kebijakan menaikkan dan menurunkan harga BBM bersubsidi dalam waktu relatif singkat, benar-benar membuat situasi pasar membingungkan.

"Seharusnya, kalau (pemerintah) mau menaikkan harga (BBM), tolong beri pengumuman. Agar kami siap-siap. Jangan tiba-tiba BBM naik, kemudian turun mendadak. Repot jadinya. Tidak ada waktu bagi para pengusaha dalam menyiapkan strateginya," papar dia.

Senada dengan Asep, produsen Nasi Liwet Instan 1001 sekaligus pemilik d' Anclom Restaurant Andris Wijaya juga mengeluhkan hal yang sama. Melemahnya rupiah berikut naik turunnya harga BBM telah memberikan dampak negatif pada usahanya.

"Sangat berpengaruh sekali. Harga-harga bahan makanan pokok meroket semua. Misalnya baru-baru ini harga bawang. Beras juga. Apalagi, saya sudah menaikkan gaji pegawai sewaktu harga BBM pertama naik. Setelah harga BBM turun, tidak mungkin bagi saya menurunkan (gaji) lagi," tutur Andris.

Harga bahan kemasan untuk setiap produknya pun meningkat. Sementara dia mengaku tidak mungkin menaikkan harga jual produknya. "Terlebih saat ini pasar lesu. Daya beli masyarakat melemah. Upaya yang saya lakukan, belum bisa mengimbangi harga-harga bahan baku," imbuhnya.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp12.988/USD. Posisi tersebut menguat 34 poin dibanding posisi penutupan Senin (23/3/2015) di level Rp13.022/USD. (Baca: Rupiah Dibuka Berhasil Menguat di Bawah Rp13.000/USD)

Seperti diketahui, pemerintah tengah membahas mengenai rencana kenaikan harga BBM. Hal yang menjadi pertimbangan untuk kembali menaikan harga BBM adalah harga minyak dunia merangkak naik dan menguatnya dollar AS di hadapan rupiah.

Melemahnya rupiah telah membuat nilai pembelian impor minyak mentah membengkak. (Baca: Pemerintah Beri Sinyal Naikkan Harga BBM Awal April)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PPKM Bikin Tingkat Hunian...
PPKM Bikin Tingkat Hunian Hotel di Makassar Anjlok
Ribuan Hotel Sempat...
Ribuan Hotel Sempat Tutup Saat PSBB, PHRI: Okupansi Saat Weekand Tembus 50%
PHRI Sulsel Bakal Gelar...
PHRI Sulsel Bakal Gelar Seminar Bisnis, Hadirkan James Gwee
PHRI Sulsel Dukung Gelaran...
PHRI Sulsel Dukung Gelaran F8, Hotel Kompak Siapkan Program Khusus
Hotelier Cycling Community...
Hotelier Cycling Community Gowes Sambil Berbagi ke Panti Asuhan
Zaman Lagi Susah, PHRI...
Zaman Lagi Susah, PHRI Usul Kewajiban Bayar Royalti Diterapkan Setelah Pandemi
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Cara Cek Halal MUI Online,...
Cara Cek Halal MUI Online, Jamin Kehalalan Makanan di Restoran Kesayanganmu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved