Kemenperin Bantu Afrika Bangun IKM

Kamis, 26 Maret 2015 - 10:07 WIB
Kemenperin Bantu Afrika...
Kemenperin Bantu Afrika Bangun IKM
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana membantu negara Seychelles yang terletak di Benua Afrika untuk membangun industri kecil dan menengah (IKM).

Kemenperin akan memberikan pelatihan dan berbagi pengetahuan serta informasi kepada para pemuda Seychelles. Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenperin Euis Saedah mengatakan, pada tahap awal pihaknya akan memberikan pembelajaran, pencerahan, dan saling bertukar informasi mengenai kekuatan sumber daya alam yang dimiliki, baik alam maupun manusia. ”Akhir April saya diundang ke Seychelles,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, pertemuan ini untuk mengangkat ekonomi negara-negara di Afrika dan ASEAN, khususnya UKM dan di dalamnya IKM. ”Supaya kita bisa saling tukar menukar teknologi proses, membantu pemasaran, dan tentunya saling mengajari,” jelasnya.

Dia melanjutkan, Sekjen bersama Ditjen Kerja Sama Industri Internasional (KII) akan bekerja membuat suatu program. ”Dalam hal ini Kemenperin mengajari anak mudanya untuk menjadi wirausaha. Kita coba membangun gerbongnya, kemudian dari sekolah-sekolah kita,” katanya.

Dia mencontohkan, salah satu instruktur dari Akademi Teknologi Kulit bisa membantu mengajar di Somalia mengingat di sana lebih banyak ternak dibanding orangnya. ”Mereka mengekspor kulit ke manamana. Namun untuk sampai ke Indonesia, harus ke Italia. Dari Italia baru masuk ke Surabaya,” imbuhnya.

Ke depan akan sangat banyak yang bisa dikembangkan. Namun dalam jangka pendek, ini akan fokus terlebih dahulu di IKM berbasis agrobisnis, baik dari tanaman pangan atau dari ternak. Menurutnya, industri komponen dan industri jasa bisa dikembangkan. ”Di industri jasa, kita bisa menerbangkan buruh-buruh ke sana untuk mengajar di Afrika. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya akan menjadi leading tapi akan menjadi tempat performa di Afrika dan Asia,” ucapnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, Seychelles adalah salah satu pulau kecil yang dekat dengan Afrika Selatan yang cukup maju. Produk-produk dari Indonesia terutama tekstil yang dibeli dari Bandung, di sana bisa dijual dengan harga tinggi keEropa dengan sedikit modifikasi.”Harusnya kita bisa memanfaatkan ini untuk mendapatkan nilai tambah dari ekspor kita terutama untuk masuk ke Afrika,” ujarnya.

Dia menyatakan, perlu ada kerja sama dan pembicaraan bilateral agar bisa meningkatkan perdagangan. ”Banyak hal yang bisa dilakukan. Seychelles ini cukup maju. Ibarat Singapura kecil di Afrika,” katanya.

Oktiani endarwati
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
9 Manfaat Rebusan Daun...
9 Manfaat Rebusan Daun Beluntas, Bantu Kendalikan Kadar Gula Darah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved