Saran Indef untuk Perbaiki Tata Niaga Pangan

Kamis, 26 Maret 2015 - 12:47 WIB
Saran Indef untuk Perbaiki...
Saran Indef untuk Perbaiki Tata Niaga Pangan
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai sistem tata niaga pangan di Indonesia tidak berjalan baik. Hal ini mengakibatkan sistem rantai pasok komoditas pangan tidak efisien, dan berpotensi maraknya kartel dalam perdagangan pangan.

Peneliti Indef Mohammad Reza Hafiz mengatakan, untuk memperbaiki tata niaga pangan di Indonesia, pemerintah perlu menggenjot produksi dan produktivitas, serta efisiensi usaha tani dan tata niaga komoditas pangan di sektor hulu.

"Swasembada pangan lokal wajib ditopang konsistensi kebijakan dalam perbaikan infrastruktur, perluasan lahan, perbaikan sistem informasi harga, pasar, dan teknologi," tuturnya dalam diskusi bulanan Indef "Mengurai dan Menjinakkan Kartel Ekonomi" di kantor Indef, Jakarta, Kamis (26/3/2015).

Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah juga diminta merevitalisasi peran dan kapasitas Bulog dalam mengelola pangan strategis. "Ini dilakukan dengan instrumen stabilisasi seperti stok komoditas, harga, mekanisme impor, dan anggaran," imbuh dia.

Menurut Reza, pengembangan agroindustri pedesaan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan kesejahteraan petani juga menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang harus segera dilakukan.

"Akses pembiayaan pertanian dan perlindungan pemberdayaan petani melalui bank pertanian dan asuransi pertanian, serta perlunya penegakan hukum dalam menguatkan fungsi KPPU melalui amandemen UU Nomor 5 tahun 1999," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
12 menit yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
1 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
1 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
1 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
2 jam yang lalu
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
2 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved