Revisi Harga BBM, Pemerintah Dinilai Tak Rasional

Kamis, 26 Maret 2015 - 15:28 WIB
Revisi Harga BBM, Pemerintah...
Revisi Harga BBM, Pemerintah Dinilai Tak Rasional
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pemerintah Indonesia tidak rasional dengan kembali merencanakan revisi harga BBM pada 1 April.

Pasalnya, beberapa waktu lalu pemerintah mengatakan bahwa depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menguntungkan.

"Ini jadinya galau banget gitu. Pemerintah enggak jelas juga, satu sisi kemarin bilang bahwa depresiasi menguntungkan, menyebabkan surplus, tapi ini mau direvisi untuk harga minyak," ujar Direktur Indef Enny Sri Hartati di kantor Indef, Jakarta, Kamis (26/3/2015).

Dia mengatakan, pernyataan International Monetary Fund (IMF) yang menyatakan bahwa rata-rata harga minyak tahun ini di kisaran USD30 per barel juga tidak rasional. Sebab, selang sehari pernyataan tersebut dilontarkan, harga minyak dunia kembali melonjak.

"Jadi, ini memang yang harus dihitung betul adalah bagaimana kemampuan pemerintah memproyeksi (kenaikan harga minyak dunia). Ini kan harus dihitung," imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya memiliki patokan harga rata-rata minyak dunia per enam bulan. Dengan demikian, harga BBM nantinya mengacu pada patokan harga tersebut yang diambil di kisaran tengah dari harga patokan tersebut.

"Pemerintah harus tahu betul rata-rata (minyak dunia) per enam bulan berapa, nanti pemerintah ambil harga jualnya jangan pas, tapi di tengah-tengah. Misalnya dalam enam bulan rata-rata ini di USD50, nah ketika USD50 itu rata-rata harga jualnya misalnya Rp6.800/USD. Jangan dipasin di situ, jadi harus di-range tengah," terang Enny.

Hal tersebut nantinya akan meringankan pekerjaan pemerintah untuk merevisi harga BBM per bulannya. "Ketika harga turun, pemerintah juga enggak harus menurunkan. Ketika harga naik sedikit, pemerintah enggak harus menaikkan. Jadi yang penting stabilitas harga BBM itu penting," katanya.

Sebab, sambung Enny, pelepoasan harga BBM kepada mekanisme pasar secara total akan menyebabkan masalah yang sangat krusial. Hal ini dikarenakan, Indonesia masih menghadapi rigiditas harga.

"Begitu harga naik, pasti naik, ketika harga turun pasti turun. Ini yang harus dijaga, selama masalah rigiditas harga ini belum diselesaikan," tandas dia.

(Baca: Pemerintah Beri Sinyal Naikkan Harga BBM Awal April)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Berita Terkini
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
43 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
1 jam yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
2 jam yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
2 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
11 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
11 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved