Aprindo Proyeksikan Pertumbuhan 15%

Senin, 30 Maret 2015 - 09:41 WIB
Aprindo Proyeksikan...
Aprindo Proyeksikan Pertumbuhan 15%
A A A
JAKARTA - Pengusaha ritel modern yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memproyeksikan, industri ritel bisa tumbuh dua digit, pada kisaran 10-15%.

Optimisme ini ditunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan sebesar 5,7%. Kepala Departemen Data dan Informasi Pasar Aprindo Roy N Mandey mengatakan, faktor penunjang pertumbuhan industri ritel lainnya adalah pertumbuhan populasi, gaya hidup masyarakat yang cenderung mengikuti tren di media dan tren global, juga meningkatnya indeks kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.

Namun di sisi lain Roy berharap, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag), ikut menunjang industri ritel dengan memperkuat komunikasi, khususnya dalam pengambilan kebijakan yang memiliki dampak terhadap sektor ini. “Kemendag dalam mengambil keputusan hendaknya jangan menggeneralisasi,” ujarnya di Jakarta akhir pekan lalu.

Salah satunya, dia mengkritisi salah satu kebijakan Kemendag yakni pelarangan total penjualan minuman beralkohol di semua minimarket dan pengecer mulai 16 April mendatang. Roy berpendapat, aturan penjualan minuman beralkohol bisa saja lebih diperketat, namun tidak dibatasi secara signifikan.

Dia menambahkan, selama ini pun sudah ada aturan terkait keharusan pembeli untuk menunjukkan KTP saat membeli minuman beralkohol. Khusus penjualan minuman beralkohol di minimarket yang lokasinya dekat sekolah, rumah sakit dan rumahibadah, jugabisadilarang. “Untuk wilayah tertentu yang kenakalan remajanya tinggi misalnya, silakan diketatkan lagi. Ayo kita bicarakan lagi.

Di lain pihak, kalau di daerah wisata seperti Bali, hendaknya jangan ditutup karena untuk mereka (wisman) minum bir sudah kebiasaan sehari-hari,” ujarnya. Menurut dia, Aprindo sudah menyampaikan kepada Kemendag terkait kelonggaran bagi daerah wisata seperti Bali dan Lombok agar dikecualikan dari pelarangan itu.

Roy berharap permintaan ini bisa disetujui karena kendati minuman beralkohol masih bisa didapati di hipermarket, turis lebih terbiasa membelinya di minimarket. Secara umum, Roy meminta Kemendag lebih terbuka dan intens berkomunikasi dengan pengusaha dalam menyiapkan kebijakan. Dia mengingatkan lagi, setiap kebijakan perdagangan bisa berdampak pada dunia ritel di Indonesia.

Terkait pelemahan rupiah terhadap dolar AS, Roy menegaskan bahwa pengusaha tidak serta merta akan menaikkan harga produk ritel. Pasalnya, hargaharga di peritel sudah dieskalasi dan sudah masuk di pusat distribusi sejak 5-6 bulan sebelumnya. “Jadi kalaupun dolarnya naik sekarang, kita tidak serta merta menaikkan. Tapi kalau penguatan dolarnya terus berlanjut, ya bisa berimbas,” tuturnya.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Matahari Putra Prima Tbk Fernando Repi menambahkan, menaikkan harga merupakan alternatif terakhir bagi perseroan. Demi menekan biaya operasi, solusinya melakukan efisiensi dan meningkatkan produktivitas. “Rata-rata ritel modern punya strategi cara mengendalikan biaya operasional di dalam, sehingga produktivitasnya naik,” ungkapnya.

Inda susanti
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
37 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Senin 15 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved