Cabai Merah Hambat Laju Inflasi Maret

Rabu, 01 April 2015 - 14:46 WIB
Cabai Merah Hambat Laju...
Cabai Merah Hambat Laju Inflasi Maret
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat beberapa komoditas yang menghambat inflasi Maret 2015 sebesar 0,17%, terutama cabai merah.

Cabai merah menyumbang deflasi atau penurunan harga sebesar 0,09%. Penurunan harga hingga 15,53% karena melimpahnya pasokan pasca panen cabai.

"Penurunan harganya terjadi di 58 kota IHK (Indeks Harga Konsumen), yang tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 52%," ujar Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Kedua, ungkap Suryamin, daging ayam ras memberi andil 0,08%. Penurunan harganya sebesar 6,87% karena pasokan cukup. Penurunan tertinggi terjadi di Tanjung Pandan dan Balikpapan sebesar 23% serta Sampit dan Pare-pare sebesar 21%.

"Kalau ini bertahan terus, bisa bagus buat ke depannya," ungkap Suryamin.

Ketiga, telur ayam ras memberi andil sebesar 0,07%. Penurunannya sampai dengan 0,89% karena harganya turun ditingkat peternak. Penurunan tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 19% dan Tegal hingga 16%.

"Di Manado sebetulnya terjadi kenaikan harga 0,88%. Tapi secara total menurun karena banyak yang menurun harganya," ujar dia.

Keempat, ikan segar yang menyumbang deflasi 0,04%. Perubahan harganya 0,93% karena pasokan yang cukup banyak.

"Hujannyaa juga bagus, tidak deras jadi masih cukup bagus buat nelayan untuk mencari ikan di laut," imbuh dia.

Kelima, tambah Suryamin, tomat sayur dengan andil 0,02%. Perubahan penurunannya 11,27% di 59 kota IHK dengan penurunan tertinggi di Palopo sebesar 47%.

Keenam adalah wortel dengan andil 0,02%. Penurunannya 15,77% di 68 kota IHK. Penurunan tertinggi di Bau-bau sebesar 63% dan Bulu Kumba 49%.

Ketujuh, emas perhiasan dengan andil 0,02%. Penurunnya mencapai 1,4% di 65 kota IHK, tertinggi di Pontianak 8% dan Tangerang 4%.

Kedelapan, tarif listrik dengan andil 0,01%. Penurunannya terjadi secara rata-rata 0,45% karena ada aturan dari Menteri ESDM Nomor 31/2014 soal perubahan tarif dasar listrik.

"Terakhir karena tarif KAI, andilnya 0,01%, dengan penurunan sebesar 11,2%. Penurunan ini karena adanya harga yang dikendalikan pemerintah," tutur dia.

Penurunan tarif KAI terjadi di 16 kota IHK, yang tertinggi di Palembang sebesar 45% dan Tegal mencapai 33%.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
8 jam yang lalu
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
8 jam yang lalu
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
8 jam yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
8 jam yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
9 jam yang lalu
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Fregat Merah...
Spesifikasi Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih dengan Senjata Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved