Rupiah Ditutup Makin Menguat
Rabu, 01 April 2015 - 16:41 WIB
Rupiah Ditutup Makin Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berhasil bertahan menguat pasca rilis inflasi.
Data Sindonews bersumber dari Limas hari ini menunjukkan rupiah berada pada level Rp13.032/USD. Posisi ini menguat 63 poin dibanding perdagangan sebelumnya di Rp13.095/USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp13.040/USD, dengan kisaran harian Rp12.987-Rp13.087/USD. Posisi tersebut membaik 40 poin dibanding hari sebelumnya di Rp13.080/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.048/USD. Posisi tersebut menguat 26 poin dari posisi penutupan Selasa (31/3/2015) di level Rp13.074/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp13.071/USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp13.011/USD dan terlemah di level Rop13.080/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.043/USD. Posisi ini menguat 41 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.084/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, rupiah hari ini dipengaruhi terkoreksinya IHSG karena terimbas melemahnya bursa Amerika Serikat (AS).
Sementara inflasi pada Maret setelah mengalami deflasi selama dua bulan beruntun, menurut dia sudah diantisipasi oleh pelaku pasar. Angka inflasi Maret tercatat sebesar 0,17%.
"Tingkat inflasi ini telah diantisipasi pelaku pasar," ujar dia, Rabu (1/4/2015).
Dia menilai, faktor penting yang menopang rupiah adalah komitmen bank sentral untuk tetap berjaga di pasar guna memastikan stabilitas nilai tukar mata uang domestik.
Sementara IHSG sore ini berakhir di zona merah setelah kemarin berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. IHSG anjlok 51,81 poin atau 0,94% menjadi 5.466,87.
(Baca: Rupiah Bertahan di Jalur Positif Siang Ini)
Data Sindonews bersumber dari Limas hari ini menunjukkan rupiah berada pada level Rp13.032/USD. Posisi ini menguat 63 poin dibanding perdagangan sebelumnya di Rp13.095/USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp13.040/USD, dengan kisaran harian Rp12.987-Rp13.087/USD. Posisi tersebut membaik 40 poin dibanding hari sebelumnya di Rp13.080/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.048/USD. Posisi tersebut menguat 26 poin dari posisi penutupan Selasa (31/3/2015) di level Rp13.074/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp13.071/USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp13.011/USD dan terlemah di level Rop13.080/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.043/USD. Posisi ini menguat 41 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.084/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, rupiah hari ini dipengaruhi terkoreksinya IHSG karena terimbas melemahnya bursa Amerika Serikat (AS).
Sementara inflasi pada Maret setelah mengalami deflasi selama dua bulan beruntun, menurut dia sudah diantisipasi oleh pelaku pasar. Angka inflasi Maret tercatat sebesar 0,17%.
"Tingkat inflasi ini telah diantisipasi pelaku pasar," ujar dia, Rabu (1/4/2015).
Dia menilai, faktor penting yang menopang rupiah adalah komitmen bank sentral untuk tetap berjaga di pasar guna memastikan stabilitas nilai tukar mata uang domestik.
Sementara IHSG sore ini berakhir di zona merah setelah kemarin berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. IHSG anjlok 51,81 poin atau 0,94% menjadi 5.466,87.
(Baca: Rupiah Bertahan di Jalur Positif Siang Ini)
(rna)