Pedagang Kue Menjerit Harga Elpiji 12 Kg Naik

Kamis, 02 April 2015 - 15:02 WIB
Pedagang Kue Menjerit...
Pedagang Kue Menjerit Harga Elpiji 12 Kg Naik
A A A
JAKARTA - Keputusan PT Pertamina (Persero) menaikkan harga elpiji 12 kg disesalkan banyak pihak, salah satunya pedagang kue yang mengaku keberatan dengan kenaikan tersebut.

Ditemui Sindonews, Halimah yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang kue tradisional mengaku sangat terbebani dengan kenaikan harga elpiji 12 kg. Sebab itu, dia tidak bisa langsung menaikkan harga kue pesanan yang dijualnya.

"Jelas keberatan lah (harga elpiji 12 kg naik), orang rakyat menengah ke bawah. Kalau bisa minta turun, jangan dinaikin. Kan mau naikin harga kue, konsumen komplain," tuturnya kepada Sindonews di Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Bahkan, wanita paruh baya ini nekat mau menjual tabung elpiji miliknya ke agen dan beralih menggunakan gas melon. "Kalau ada yang mau beli (tabung gas) mah mendingan ganti gas kecil. Sampai ke konsumen naiknya bisa Rp10 ribu lebih," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) diam-diam telah menaikkan harga elpiji 12 kg sebesar Rp666,67 per kg atau sekitar Rp8.000 per tabung. Kenaikan harga tersebut mulai berlaku hari ini.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Ahmad Bambang mengungkapkan, kenaikan harga tersebut dipicu oleh kerugian yang dialami perseroan akibat harga BBM yang tidak mencapai harga keekonomian. (Baca: Diam-diam Pertamina Naikkan Harga Elpiji 12 Kg).

"Premium Jamali dan non-Jamali sesuai keterangan Dirjen Migas dihadapan Komisi VII kemarin masih minus Rp600 per liter. Kalau dikalikan 80 juta liter per hari jadi rugi berapa? Sedangkan untuk solar disebutkan impas, artinya Pertamina tidak mendapatkan apa-apa," ucapnya kepada Sindonews di Jakarta kemarin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved