OJK Sambut Positif Rencana MNC Akuisisi Bank Pundi

Kamis, 02 April 2015 - 18:49 WIB
OJK Sambut Positif Rencana...
OJK Sambut Positif Rencana MNC Akuisisi Bank Pundi
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif rencana akuisisi MNC Group melalui PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) atas PT Bank Pundi Indonesia Tbk (BEKS).

Rencana akuisisi yang akan dilakukan BCAP ini semakin jelas setelah memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) soal rencana merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dengan Bank Pundi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan tentang transaksi tersebut. Dia menilai ini positif secara nasionalisme dalam membesarkan bank oleh investor domestik. Meski sebenarnya sama saja dengan asing tetapi ada keuntungan lain, yaitu dividen akan selalu tinggal di dalam negeri.

"MNC masuk ke Bank Pundi, dan bisa jadi nanti akan merger dengan MNC Bank. Ini positif karena investor domestik membesarkan bank lokal," ujar Nelson saat dihubungi di Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Namun, dia menegaskan mengenai persyaratan dari sisi teknis akan sama. Karena tetap harus melewati fit and proper test terlebih dahulu. Pihaknya masih menunggu surat resmi dari perseroan sebelum bertindak.

"Komunikasi dengan pengawas memang saya dengar sudah dilakukan oleh pihak MNC. Tetapi surat formal untuk minta persetujuan, itu yang perlu saya cek dulu ke pengawas, sudah masuk atau belum," jelasnya.

Sementara, Direktur Utama PT MNC Kapital Indonesia Tbk Darma Putra mengatakan, rencana akuisisi tersebut hingga saat ini masih dalam tahap finalisasi dokumentasi atas perjanjian merger antara BABP dan BEKS.

"Sebagai komitmen kami atas transaksi tersebut, pada 31 Maret 2015 kami menempatkan dana sebesar Rp100 miliar untuk dana cadangan modal BEKS," ujarnya dalam keterbukaan informasi BEI.

Dia menambahkan apabila perjanjian tersebut telah final dan ditandatangani kedua belah pihak, maka pihaknya akan kembali menyampaikan informasi terkait dengan rincian dari transaksi tersebut.

Direktur Utama PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) Benny Purnomo mengatakan, pasti akan ada perubahan Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk menyelaraskan pasca akuisisi nantinya. "Dari sisi modal tentu menjadi nambah besar, begitu pula dari sisi aset, jaringan cabang dan lainnya. Pasti ada revisi RBB kita," ujar Benny saat dihubungi.

Meskipun belum mengetahui rencana pastinya, namun secara prinsip merger dengan Bank Pundi akan membuat aset perseroan melonjak. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, aset Bank MNC per Desember 2014 mencapai Rp9,43 triliun sedangkan aset Bank Pundi tercatat Rp9,04 triliun. "Aset kita bisa melonjak jadi Rp18 triliun," jelasnya.

Jaringan bisnis baru pasti akan memperkuat rencana perseroan untuk bertrasformasi. Setidaknya terdapat tiga tahap awal perubahan yang disiapkan, yaitu membangun fondasi dan mengubah fokus bisnis ke segmen konsumer dan UKM. Termasuk menjaga sustainability growth dari fokus sebelumnya ke korporasi besar dan sekarang diubah kepada konsumer ritel.

Perubahan arah ini berarti membutuhkan modal untuk menjangkau area yang lebih luas. "Kami mengajak seluruh SDM untuk terus berinovasi, memiliki kebanggaan, menjaga hubungan baik yang luas, dan berintegritas," tandas Benny.

(Baca: MNC Bank Menuju Finalisasi Merger dengan Bank Pundi).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rayakan Hari Pelanggan...
Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Jajaran Direksi MNC Bank Turun Layani Nasabah
Hari Pelanggan Nasional,...
Hari Pelanggan Nasional, MNC Bank Manjakan Nasabah dengan Program Spesial
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
MNC Bank Targetkan Volume...
MNC Bank Targetkan Volume Tabungan di Kisaran Rp1,5 - Rp2 Triliun
PT Taspen Gandeng MNC...
PT Taspen Gandeng MNC Bank Layani Pensiunan Gunakan MotionBanking
MNC Bank Berusia Satu...
MNC Bank Berusia Satu Dekade, Hary Tanoesoedibjo: Jadi Pijakan Tumbuh Lebih Baik
Berita Terkini
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
7 menit yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
1 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
3 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved