Bank Mandiri Siapkan Rp40 Triliun untuk Infrastruktur
Jum'at, 03 April 2015 - 10:15 WIB
Bank Mandiri Siapkan Rp40 Triliun untuk Infrastruktur
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, perseroan akan membiayai proyek infrastruktur Rp30-40 triliun. Saat ini, kredit infrastruktur berasal dari listrik, tol, bandar udara, dan pelabuhan laut.
"Untuk tahun 2015 Bank mandiri akan membiayai sekitar Rp30 hingga Rp40 triliun proyek infrastruktur," ujarnya di Hotel Kempenski, Jakarta, Kamis (2/4/2015).
Sementara Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, Indonesia perlu memiliki bank infrastruktur. Pasalnya, proyek infrastruktur dapat menyokong pertumbuhan ekonomi.
Dia menyebutkan, sejauh ini perbankan nasional sudah ikut berpartisipasi dengan menyalurkan kredit bagi pembangunan infrastruktur sekalipun totalnya hanya sekitar 16,8% dari keseluruhan kredit atau hanya Rp244,8 triliun.
Namun, lanjut dia, kesadaran akan pentingnya infrastruktur masih lemah bahkan alokasi infrastruktur juga masih sangat terbatas. Sehingga, perlu keterlibatan perbankan dan lembaga investasi untuk pembangunan infrastruktur.
Bambang menjelaskan, lembaga yang ada saat ini, yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) merupakan cikal-bakal bank infrastruktur di Indonesia. Pasalnya, SMI mampu membiayai proyek infrastruktur hingga Rp150 triliun.
"Kita ingin dorong SMI sebagai penyokong bank infrastruktur. Kita harapkan obligasi yang dikeluarkan bank infrastruktur setara dengan obligasi yang di terbitkan pemerintah," terangnya.
Sehingga, bank infrastruktur dapat membiayai berbagai proyek seperti pembangkit listrik dalam 5 tahun.
"Untuk tahun 2015 Bank mandiri akan membiayai sekitar Rp30 hingga Rp40 triliun proyek infrastruktur," ujarnya di Hotel Kempenski, Jakarta, Kamis (2/4/2015).
Sementara Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, Indonesia perlu memiliki bank infrastruktur. Pasalnya, proyek infrastruktur dapat menyokong pertumbuhan ekonomi.
Dia menyebutkan, sejauh ini perbankan nasional sudah ikut berpartisipasi dengan menyalurkan kredit bagi pembangunan infrastruktur sekalipun totalnya hanya sekitar 16,8% dari keseluruhan kredit atau hanya Rp244,8 triliun.
Namun, lanjut dia, kesadaran akan pentingnya infrastruktur masih lemah bahkan alokasi infrastruktur juga masih sangat terbatas. Sehingga, perlu keterlibatan perbankan dan lembaga investasi untuk pembangunan infrastruktur.
Bambang menjelaskan, lembaga yang ada saat ini, yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) merupakan cikal-bakal bank infrastruktur di Indonesia. Pasalnya, SMI mampu membiayai proyek infrastruktur hingga Rp150 triliun.
"Kita ingin dorong SMI sebagai penyokong bank infrastruktur. Kita harapkan obligasi yang dikeluarkan bank infrastruktur setara dengan obligasi yang di terbitkan pemerintah," terangnya.
Sehingga, bank infrastruktur dapat membiayai berbagai proyek seperti pembangkit listrik dalam 5 tahun.
(dmd)
Lihat Juga :