Pemerintah Ingin Semua Mobil Pakai Biodisel
Sabtu, 04 April 2015 - 16:42 WIB
Pemerintah Ingin Semua Mobil Pakai Biodisel
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menginginkan semua pabrik mobil yang beroperasi di Indonesia, khususnya untuk truk besar memproduksi mobil agar dapat menggunakan bahan bakar biodiesel guna menekan pemakaian premiun dan solar.
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat acara kunjungan ke Tokyo, Jepang, telah berbicara dengan CEO Toyota agar dapat merancang truk dengan mesin yang bisa mengonsumsi biodisel.
"Biodieselnya kalau bisa yang tinggi. Jadi nanti kita sangat berharap truk di Indonesia seperti mobil di Brasil. Di Brasil semua mobil boleh menggunakan bensin dan boleh etanol, bebas. Mereka boleh memilih. Nah nanti suatu saat truk Indonesia bisa menggunakan solar dan semaksimal mungkin biodisel," kata Sofyan dalam rapat koordinasi di Jakarta, Sabtu (4/4/2015).
Dia menjelaskan, itu merupakan upaya yang dilakukan pemerintah, mengingat cadangan minyak di dalam negeri sudah semakin menipis karena cadangan minyak diperkirakan hanya dapat bertahan 11 tahun ke depan.
"Tidak bisa terus diperbarui, kecuali kita bisa temukan ladang-ladang minyak baru. Kita juga berikan insentif untuk menemukan ladang minyak baru untuk melakukan ekspansi lebih lanjut," tuturnya.
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat acara kunjungan ke Tokyo, Jepang, telah berbicara dengan CEO Toyota agar dapat merancang truk dengan mesin yang bisa mengonsumsi biodisel.
"Biodieselnya kalau bisa yang tinggi. Jadi nanti kita sangat berharap truk di Indonesia seperti mobil di Brasil. Di Brasil semua mobil boleh menggunakan bensin dan boleh etanol, bebas. Mereka boleh memilih. Nah nanti suatu saat truk Indonesia bisa menggunakan solar dan semaksimal mungkin biodisel," kata Sofyan dalam rapat koordinasi di Jakarta, Sabtu (4/4/2015).
Dia menjelaskan, itu merupakan upaya yang dilakukan pemerintah, mengingat cadangan minyak di dalam negeri sudah semakin menipis karena cadangan minyak diperkirakan hanya dapat bertahan 11 tahun ke depan.
"Tidak bisa terus diperbarui, kecuali kita bisa temukan ladang-ladang minyak baru. Kita juga berikan insentif untuk menemukan ladang minyak baru untuk melakukan ekspansi lebih lanjut," tuturnya.
(rna)
Lihat Juga :