Kebijakan Pemerintah Tak Mempan Kuatkan Rupiah

Minggu, 05 April 2015 - 20:22 WIB
Kebijakan Pemerintah...
Kebijakan Pemerintah Tak Mempan Kuatkan Rupiah
A A A
JAKARTA - Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) menyatakan, kebijakan pemerintah yang dicanangkan untuk mengatasi nilai tukar tidak akan berdampak banyak terhadap penguatan rupiah.

Pengamat Ekonomi Politik AEPI Kusfiardi Sutan Majo Endah menuturkan, kebijakan tersebut justru berpotensi membuat penerimaan negara hilang lantaran ada fasilitas keringanan pajak.

Selain itu, keharusan menggunakan Letter of Credit (L/C) untuk eksportir barang tertentu juga berpotensi dinikmati oleh lembaga keuangan asing.

"Jadi ini harus dijadikan perhatian oleh pemerintah. Karena kalau tidak, justru bisa jadi bumerang," katanya kepada Koran Sindo, belum lama ini.

Menurutnya, pemerintah seharusnya dapat mengurangi beban-beban yang tidak perlu di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Karena, anggaran itu sebenarnya bisa direalokasikan untuk menurunkan kebutuhan dolar guna impor bahan pangan.

"Dana ini bisa digunakan oleh pemerintah untuk mengintensifkan produksi pangan kita. Sehingga impor pangan bisa ditekan bahkan dihilangkan," jelas dia.

Dukungan pemerintah tersebut, lanjut Kusfiardi, dapat menciptakan kembali suatu gairah sektor pangan di Indonesia.

Pemerintah juga seharusnya fokus agar menahan efek pelemahan rupiah tidak merembet dan memengaruhi harga bahan pokok yang jelas memberatkan masyarakat.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
6 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
48 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
56 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved