OJK: Hedging Bentuk Hadapi Gejolak Ekonomi Global

Jum'at, 10 April 2015 - 14:58 WIB
OJK: Hedging Bentuk...
OJK: Hedging Bentuk Hadapi Gejolak Ekonomi Global
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rahmat Waluyanto mengatakan, perkembangan ekonomi global dan domestik saat ini cukup memberi gejolak tersendiri bagi perusahaan sekelas PT PLN. Maka, salah satu upaya yang bisa dilakukan PLN, yaitu melakukan transaksi lindung nilai (hedging).

Dia mengatakan, memang tidak bisa dielak kondisi ekonomi yang saat ini berdampak pada gejolak tukar rupiah terhadap mata uang USD.

"Ini cukup memberi dampak negatif bagi perusahaan Indonesia yang banyak menggunakan dolar termasuk perusahaan PLN. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi ini adalah melakukan transaksi lindung nilai untuk mengurangi risiko yang timbul atas fluktuasi rupiah ke mata uang asing," ujarnya usai acara penandatanganan tersebut di Jakarta, Jumat (10/4/2015).

Penandatanganan lindung nilai antara PLN, Bank Mandiri, BNI dan BRI ini, sebagai bentuk upaya untuk menghadapi semakin tingginya kondisi ekonomi global yang langsung atau tidak langsung.

"Kita harus menyiapkan langkah-langkah penguatan untuk menghadapi tantangan di dalam negeri termasuk di sisi mikro ekonomi. Salah satunya dengan hedging," kata dia.

Dalam acara penandatanganan ini turut juga dihadiri Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, dan beberapa perwakilan dari BRI, BNI, dan Bank Mandiri.

(Baca: PLN Lakukan Hedging Garap Proyek Listrik 35 Ribu MW)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
4 jam yang lalu
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
4 jam yang lalu
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
4 jam yang lalu
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
4 jam yang lalu
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
4 jam yang lalu
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
4 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved