Nego Tarif Trump, Menkeu Sri Mulyani Bertemu Dubes AS untuk Indonesia
Kamis, 17 April 2025 - 09:00 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, H.E. Kamala Shirin Lakhdir, untuk membahas berbagai isu penting terkait hubungan bilateral kedua negara. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, H.E. Kamala Shirin Lakhdir, untuk membahas berbagai isu penting terkait hubungan bilateral kedua negara, khususnya di tengah dinamika geopolitik dan perekonomian global yang sedang berlangsung.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu topik utama yang dibahas adalah upaya Indonesia dalam melakukan negosiasi terkait pengenaan tarif impor AS oleh Presiden Donald Trump. DimanaIndonesia menjadi satu dari 57 negara yang terkena tarif resiprokal Trump dengan besaran 32%.Sri Mulyani menekankan pentingnya diskusi terbuka untuk mencapai solusi yang adil bagi kepentingan ekonomi kedua negara dan dunia.
"Salah satu topik penting yang kami bahas adalah upaya Indonesia dalam melakukan negosiasi pengenaan tarif perdagangan oleh Amerika Serikat. Kami berdiskusi secara terbuka mengenai langkah-langkah yang bisa ditempuh bersama agar isu ini dapat diselesaikan dengan tetap mengedepankan asas keadilan bagi kepentingan ekonomi kedua negara dan dunia," tulis Sri Mulyani dalam unggahan Instagramnya, Kamis (17/4/2025).
Baca Juga: Perang Dagang Kian Sengit, AS Siap Tampar China dengan Tarif 245%
Selain isu perdagangan, Sri Mulyani juga menjelaskan mengenai desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang disiapkan untuk mendukung program-program Presiden Prabowo Subianto. APBN 2025 dirancang untuk mewujudkan berbagai program pro-rakyat, seperti makan bergizi gratis, perlindungan sosial, dan pembangunan 3 juta rumah untuk masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu topik utama yang dibahas adalah upaya Indonesia dalam melakukan negosiasi terkait pengenaan tarif impor AS oleh Presiden Donald Trump. DimanaIndonesia menjadi satu dari 57 negara yang terkena tarif resiprokal Trump dengan besaran 32%.Sri Mulyani menekankan pentingnya diskusi terbuka untuk mencapai solusi yang adil bagi kepentingan ekonomi kedua negara dan dunia.
"Salah satu topik penting yang kami bahas adalah upaya Indonesia dalam melakukan negosiasi pengenaan tarif perdagangan oleh Amerika Serikat. Kami berdiskusi secara terbuka mengenai langkah-langkah yang bisa ditempuh bersama agar isu ini dapat diselesaikan dengan tetap mengedepankan asas keadilan bagi kepentingan ekonomi kedua negara dan dunia," tulis Sri Mulyani dalam unggahan Instagramnya, Kamis (17/4/2025).
Baca Juga: Perang Dagang Kian Sengit, AS Siap Tampar China dengan Tarif 245%
Selain isu perdagangan, Sri Mulyani juga menjelaskan mengenai desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang disiapkan untuk mendukung program-program Presiden Prabowo Subianto. APBN 2025 dirancang untuk mewujudkan berbagai program pro-rakyat, seperti makan bergizi gratis, perlindungan sosial, dan pembangunan 3 juta rumah untuk masyarakat.
Lihat Juga :