DPR Ragu Proyek Kelistrikan 35.000 MW Bisa Tercapai

Minggu, 12 April 2015 - 19:39 WIB
DPR Ragu Proyek Kelistrikan...
DPR Ragu Proyek Kelistrikan 35.000 MW Bisa Tercapai
A A A
JAKARTA - ‎Komisi VII DPR RI meragukan proyek kelistrikan 35 ribu megawatt (MW) yang menjadi ambisi pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan dapat tercapai, tanpa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Anggota Komisi VII DPR RI Agus Sulistiyono menuturkan, Indonesia sedianya telah memiliki program percepatan pembangunan kelistrikan (Fast Tracke Programme/FTP) 10.000 MW tahap I dan II yang digagas pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, hingga saat ini proyek yang ditargetkan rampung pada 2013 lalu ini tidak juga menunjukkan perkembangan.

"Jadi program FTP I 2014 selesai, tapi kenyataanya yang 1X10.000 MW sampai saat ini belum selesai. Itu artinya, program 10.000 MW saja keteteran," ucapnya dalam Diskusi Energi Kita di Restoran Bumbu Desa, Jakarta, Minggu (12/4/2015).

Dia mengaku khawatir jika kejadian yang sama akan terjadi pada proyek kelistrikan 35 ribu MW. Selain membutuhkan waktu dan proses yang panjang, program tersebut tidak menyinggung PLTN sebagai salah satu penyumbang listriknya.

"Saya ingatkan Menteri ESDM (Sudirman Said) hati-hati dengan 35.000 MW. Apalagi tanpa energi nuklir. Karena alternatif energi paling efisien itu ya nuklir," imbuh dia.

Agus pun kecewa lantaran pemanfaatan energi nuklir hanya menjadi pilihan terakhir dalam penyediaan energi listrik di Indonesia. Hal ini terlihat dalam Kebijakan Energi Nasional (KeN) yang dirumuskan oleh Dewan Energi Nasional (DEN).

"Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2014 tentang KEN tak memasukkan PLTN dalam penyediaan energi. Itu sangat memprihatinkan," tandas Agus.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
12 menit yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
10 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
11 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved