BTN Minta Program Sejuta Rumah Dipercepat

Senin, 13 April 2015 - 11:58 WIB
BTN Minta Program Sejuta...
BTN Minta Program Sejuta Rumah Dipercepat
A A A
BOGOR - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berharap pemerintah secepatnya merealisasikan Program Sejuta Rumah.

Diharapkan, program ini bisa mengurangi backlog (kekurangan) rumah yang sudah mencapai 15 juta unit. Direktur Utama BTN Maryono berharap, program sejuta rumah segera dipercepat mengingat sinergi dari pihak-pihak yang terlibat dalam program ini sudah ketemu. ”Saya tidak melihat program ini ambisius, yang penting di sini membutuhkan pemikiran dan masukan agar program tersebut dapat segera dijalankan oleh masing-masing pihak,” ujar Maryono di Bogor akhir pekan lalu.

Maryono mengatakan, Program Sejuta Rumah harus berkelanjutan untuk mengejar backlog (kekurangan) kebutuhan rumah tahun 2015 diperkirakan 15 juta unit, sedangkan setiap tahun kebutuhan tersebut meningkat 500.000 unit. Maryono mengatakan, apabila asumsi untuk menyelesaikan rumah tapak hanya butuh waktu tiga bulan, kemudian apartemen butuh waktu setahun, maka pengembang BUMN dan swasta seharusnya dapat mencapai 1 juta unit secara bertahap.

Plt Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus mengatakan, sebelum menyiapkan Program Sejuta Rumah Kementerian PUPR telah menyiapkan data struktur penghasilan masyarakat. Data menunjukkan, masih banyak kelompok masyarakat yang tidak mampu menyisihkan penghasilannya untuk membeli rumah.

”Masyarakat dalam kelompok itu harus dibantu melalui fasilitas subsidi atau penyediaan unit rumah susun sederhana sewa,” ujar Maurin. Maurin mengatakan, tingginya harga rumah saat ini dipengaruhi terbatasnya lahan, mahalnya bahan bangunan, tingginya biaya jasa konstruksi, dan tingginya biaya perizinan di daerah. ”Semua itu seharusnya dapat dikendalikan,” katanya.

Menurut Maurin, sebanyak 40% masyarakat Indonesia dapat difasilitasi melalui perbankan karena bekerja di sektor formal. Sedangkan bagi 60% yang bekerja di sektor informal, pemerintah berencana menggandeng asuransi agar mereka juga dapat dibiayai bank.

Rakhmat baihaqi/ant
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved