IHSG Diramal Melemah Terbatas, Perhatikan 6 Saham Ini
Rabu, 15 April 2015 - 08:38 WIB
IHSG Diramal Melemah Terbatas, Perhatikan 6 Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - PT NH Korindo Securities Indonesia berharap kondisi bursa saham global dapat sedikit lebih positif sehingga pelemahan dalam beberapa hari ini dapat dimanfaatkan untuk kembali mengakumulasi dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun penurunannya dapat lebih terbatas. Di sisi lain, tetap harus mencermati dan antisipasi bila terdapat potensi pelemahan lanjutan.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola Three black crows menuju ke area lower bollinger band (LBB). MACD masih melemah setelah death cross dengan histogram negatif yang lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung bergerak turun.
"Laju IHSG bergerak sejalan dengan kekhawatiran kami akan terjadinya pelemahan lanjutan. Pelaku pasar pun masih dalam posisi jualan melanjutkan aksi jual sebelumnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/4/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.390-5.400 dan resisten 5.440-5.456. Laju IHSG kemarin gagal mendekati area target resisten (5.455-5.490) dan sempat di bawah area target support (5.415-5.426) meski mampu berakhir di area tersebut.
Utang gap di level 5.397-5.411 (27-28 Maret 2015) telah terlunasi dengan adanya penurunan IHSG yang cukup signifikan. Meskipun masih terdapat utang gap lama di level 5.342-5.372 (17-18 Februari).
"Namun, kami tidak berkeinginan agar IHSG dapat menuju ke level tersebut karena akan membuka tren pelemahan yang lebih panjang," jelas Reza.
Menurutnya, kondisi bursa saham Asia yang melemah setelah terimbas penurunan laju bursa saham AS tidak memberikan situasi positif pada IHSG. Apalagi dengan rilis tetapnya BI Rate di akhir sesi perdagangan yang diikuti makin melemahnya laju rupiah turut menambah penderitaan IHSG di zona merah.
Laju IHSG pun berjalan seperti yang pihaknya sampaikan sebelumnya, jika aksi jual tidak terbendung maka pelemahan dapat dimungkinkan terjadi. Apalagi IHSG juga masih menyisakan utang gap lama di level 5.342-5.372 (17-18 Februari) dan utang gap di level 5.397-5.411 (27-28 Maret 2015).
Meski pihaknya berharap pelemahan dapat lebih terbatas. Namun, tetap cermati dan antisipasi bila terdapat potensi pelemahan lanjutan. Terlihat dengan penurunan yang terjadi, IHSG telah melunasi satu utang gap terdekatnya.
Masih berlanjutnya transaksi net sell asing yang dibarengi tidak banyaknya saham-saham big caps dalam top gainer dan masih turunnya laju rupiah memberikan sentimen negatif pada IHSG. Investor asing berbalik melakukan nett sell (dari net sell Rp682,35 miliar menjadi net sell Rp502,70 miliar).
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan pada perdagangan hari ini yaitu:
PT BPD Jawa Barat Tbk (BJBR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp835-Rp900. Membentuk pola lower spinning di area lower Bollinger band (LBB). William’s %R berbalik naik didukung peningkatan mass index. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp850.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp250-Rp272. Membentuk pola hammer dekati upper Bollinger band (UBB). Volume beli naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp260.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.820-Rp1.875. Membentuk pola tweezer bottom dekati middle Bollinger band (MBB). Stochastic berbalik naik diiringi peningkatan MFI. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.840.
PT Intiland Development Tbk (DILD) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp580-Rp625. Membentuk pola meeting lines bertahan di atas MBB. Mass index bertahan naik didukung peningkatan %relative performance. Utang gap atas Rp620-Rp630. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp600.
PT Astra International Tbk (ASII) diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp8.075-Rp8.300. Membentuk pola hammer lewati tipis MBB. Mass index turun tipis, diimbangi peningkatan RSI & MACD yang mencoba untuk golden cross. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp8.150.
PT Link Net Tbk (LINK) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.700-Rp5.975. Membentuk pola inverted hammer bertahan di atas lower Bollinger band (LBB). Williams’ %R berbalik naik didukung kenaikan momentum. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.825.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola Three black crows menuju ke area lower bollinger band (LBB). MACD masih melemah setelah death cross dengan histogram negatif yang lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung bergerak turun.
"Laju IHSG bergerak sejalan dengan kekhawatiran kami akan terjadinya pelemahan lanjutan. Pelaku pasar pun masih dalam posisi jualan melanjutkan aksi jual sebelumnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/4/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.390-5.400 dan resisten 5.440-5.456. Laju IHSG kemarin gagal mendekati area target resisten (5.455-5.490) dan sempat di bawah area target support (5.415-5.426) meski mampu berakhir di area tersebut.
Utang gap di level 5.397-5.411 (27-28 Maret 2015) telah terlunasi dengan adanya penurunan IHSG yang cukup signifikan. Meskipun masih terdapat utang gap lama di level 5.342-5.372 (17-18 Februari).
"Namun, kami tidak berkeinginan agar IHSG dapat menuju ke level tersebut karena akan membuka tren pelemahan yang lebih panjang," jelas Reza.
Menurutnya, kondisi bursa saham Asia yang melemah setelah terimbas penurunan laju bursa saham AS tidak memberikan situasi positif pada IHSG. Apalagi dengan rilis tetapnya BI Rate di akhir sesi perdagangan yang diikuti makin melemahnya laju rupiah turut menambah penderitaan IHSG di zona merah.
Laju IHSG pun berjalan seperti yang pihaknya sampaikan sebelumnya, jika aksi jual tidak terbendung maka pelemahan dapat dimungkinkan terjadi. Apalagi IHSG juga masih menyisakan utang gap lama di level 5.342-5.372 (17-18 Februari) dan utang gap di level 5.397-5.411 (27-28 Maret 2015).
Meski pihaknya berharap pelemahan dapat lebih terbatas. Namun, tetap cermati dan antisipasi bila terdapat potensi pelemahan lanjutan. Terlihat dengan penurunan yang terjadi, IHSG telah melunasi satu utang gap terdekatnya.
Masih berlanjutnya transaksi net sell asing yang dibarengi tidak banyaknya saham-saham big caps dalam top gainer dan masih turunnya laju rupiah memberikan sentimen negatif pada IHSG. Investor asing berbalik melakukan nett sell (dari net sell Rp682,35 miliar menjadi net sell Rp502,70 miliar).
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan pada perdagangan hari ini yaitu:
PT BPD Jawa Barat Tbk (BJBR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp835-Rp900. Membentuk pola lower spinning di area lower Bollinger band (LBB). William’s %R berbalik naik didukung peningkatan mass index. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp850.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp250-Rp272. Membentuk pola hammer dekati upper Bollinger band (UBB). Volume beli naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp260.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.820-Rp1.875. Membentuk pola tweezer bottom dekati middle Bollinger band (MBB). Stochastic berbalik naik diiringi peningkatan MFI. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.840.
PT Intiland Development Tbk (DILD) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp580-Rp625. Membentuk pola meeting lines bertahan di atas MBB. Mass index bertahan naik didukung peningkatan %relative performance. Utang gap atas Rp620-Rp630. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp600.
PT Astra International Tbk (ASII) diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp8.075-Rp8.300. Membentuk pola hammer lewati tipis MBB. Mass index turun tipis, diimbangi peningkatan RSI & MACD yang mencoba untuk golden cross. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp8.150.
PT Link Net Tbk (LINK) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.700-Rp5.975. Membentuk pola inverted hammer bertahan di atas lower Bollinger band (LBB). Williams’ %R berbalik naik didukung kenaikan momentum. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.825.
(izz)
Lihat Juga :