Ekonomi Lamban dan Konflik Ganggu Perdagangan Global

Kamis, 16 April 2015 - 09:04 WIB
Ekonomi Lamban dan Konflik...
Ekonomi Lamban dan Konflik Ganggu Perdagangan Global
A A A
JENEWA - Ekonomi yang lamban dan konflik global mengakibatkan melemahnya perdagangan dunia. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) merilis outlook pertumbuhan perdagangan untuk 2015 itu kemarin.

”Untuk pertumbuhan perdagangan, penting bahwa Anda memiliki sejumlah elemen tertentu dalam ekonomi global, termasuk stabilitas, prediktabilitas dan berbagai hal yang tidak ada sekarang,” ujar Kepala WTO Roberto Azevedo di Jenewa, dikutip kantor berita AFP.

Dengan sejumlah negara di dunia yang masih berjuang untuk pulih sepenuhnya dari krisis keuangan 2008, dan berbagai konflik seperti di Ukraina dan Timur Tengah, perdagangan global tumbuh jauh lebih lamban dibandingkan proyeksi setahun lalu. Wabah Ebola di Afrika barat, musim dingin ekstrem di Amerika Serikat (AS) dan melemahnya harga minyak dunia juga mengakibatkan penurunan perdagangan, seiring fluktuasi nilai tukar mata uang yang sangat besar.

”Semua hal itu memiliki dampak, kadang kala efeknya mengacaukan,” kata Azevedo. WTO menjelaskan, proyeksi awal menunjukkan perdagangan global tumbuh hanya 2,8% tahun lalu dan diproyeksikan tumbuh hanya 3,3% tahun ini. Setahun lalu WTO memberikan sikap yang berbeda. April lalu, lembaga itu memproyeksikan perdagangan akan tumbuh 4,6% pada 2014 dan 5,8% pada tahun ini.

Meski demikian, WTO menurunkan proyeksinya pada September, menjadi 3,1% dan 4% secara berturutturut, sebelum memangkasnya lagi kemarin. ”Pertumbuhan perdagangan mengecewakan dalam beberapa tahun terakhir akibat terus melemahnya pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) setelah krisis keuangan.

Ke depan, kami memperkirakan perdagangan terus pulih dengan lamban, tapi pertumbuhan ekonomi tetap rentan dan ketegangan geopolitik berlanjut, tren ini dapat dengan mudah memburuk,” ujar Azevedo. Tahun lalu merupakan tahun ketiga berturut-turut perdagangan tumbuh kurang dari 3%. Faktanya, pertumbuhan perdagangan rata-rata hanya 2,4% antara 2012 dan 2014, level terendah yang tercatat dalam periode tiga tahun saat perdagangan tumbuh.

”Pertumbuhan perdagangan diperkirakan menguat pada 2016 dengan tumbuh 4%,” ungkap laporan WTO. Lembaga itu memperingatkan, pertumbuhan perdagangan akan tetap di bawah rata-rata tahunan 5,1% seperti yang terjadi sejak 1990. ”Kami dengan cermat memproyeksikan perdagangan akan terus dalam pemulihan yang lamban. Berbagai risiko bagi proyeksi perdagangansebagianbesardisisi negatif,” ujar Azevedo.

Perdagangan merupakan ukuran utama kesehatan ekonomi global. Meski demikian, Azevedo memperingatkan, perubahan sistemik mungkin terjadi dan pertumbuhan perdagangan tidak lagi tergantung pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan seperti dalam beberapa dekade. ”Hubungan yang terjadi selama bertahun-tahun antara pertumbuhan perdagangan dunia dan pertumbuhan PDB global tampaknya akan berlalu,” papar laporan WTO.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Booth Kopi Koperasi...
Booth Kopi Koperasi Merah Putih Karanganyar Bidik Pasar Gen Z
4 menit yang lalu
Bahlil Ancam Akan Tinjau...
Bahlil Ancam Akan Tinjau RKAB Penambang yang Menolak Pakai B50
18 menit yang lalu
TikTok Gelontorkan Rp3,6...
TikTok Gelontorkan Rp3,6 Miliar Edukasi Gizi dan Angkat Potensi Pangan Lokal
44 menit yang lalu
MNC Sekuritas Sukses...
MNC Sekuritas Sukses Gelar Grand Final MotionTrade Billionaires Games 2026
1 jam yang lalu
Hyundai Bakal Pamerkan...
Hyundai Bakal Pamerkan Prototipe Mobil Seven Seater di GIIAS 2026
1 jam yang lalu
Didukung BPDP dan Ditjenbun,...
Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
1 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved