IHSG Diperkirakan pada Kisaran 5.395-5.465
Jum'at, 17 April 2015 - 08:09 WIB
IHSG Diperkirakan pada Kisaran 5.395-5.465
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diperkirakan akan bergerak pada kisaran 5.395-5.465.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan IHSG akan terkonsolidasi dengan membentuk doji star dan berpola bullish harami cross tepat pada support MA50. Indikator stochastic telah tiba pada area overbought dengan indikasi golden cross dan momentum flat diperlihatkan indikator RSI.
"Menanti adanya bullish reversal momentum meskipun sangat terlihat tidak terlalu agresif melihat posisi momentum yang berada pada area moderat," kata dia, Jumat (17/4/2015).
Sementara IHSG kemarin bergerak cenderung melemah di awal sesi, namun ditutup menguat di akhir sesi, dengan kenaikan 6,17 poin atau 0,11% di level 5.420,73. Penguatan dipimpin oleh saham-saham sektor industri.
Investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp160,45 miliar di tengah terapresiasinya rupiah seiring surplusnya neraca perdagangan Indonesia menjadi USD1,13 miliar dari bulan sebelumnya sebesar USD0,66 miliar.
Adapun sentimen yang memengaruhi adalah data pembelian rumah baru dan tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) untuk mengumpulkan petunjuk waktu soal Bank Sentral AS (The Fed) menaikan suku bunga.
Dia menuturkan, menjelang weekend beberapa sentimen masih akan menjadi fokus investor, di antaranya tingkat inflasi di Eropa dan AS serta Indeks Consumer Sentimen di AS.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan IHSG akan terkonsolidasi dengan membentuk doji star dan berpola bullish harami cross tepat pada support MA50. Indikator stochastic telah tiba pada area overbought dengan indikasi golden cross dan momentum flat diperlihatkan indikator RSI.
"Menanti adanya bullish reversal momentum meskipun sangat terlihat tidak terlalu agresif melihat posisi momentum yang berada pada area moderat," kata dia, Jumat (17/4/2015).
Sementara IHSG kemarin bergerak cenderung melemah di awal sesi, namun ditutup menguat di akhir sesi, dengan kenaikan 6,17 poin atau 0,11% di level 5.420,73. Penguatan dipimpin oleh saham-saham sektor industri.
Investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp160,45 miliar di tengah terapresiasinya rupiah seiring surplusnya neraca perdagangan Indonesia menjadi USD1,13 miliar dari bulan sebelumnya sebesar USD0,66 miliar.
Adapun sentimen yang memengaruhi adalah data pembelian rumah baru dan tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) untuk mengumpulkan petunjuk waktu soal Bank Sentral AS (The Fed) menaikan suku bunga.
Dia menuturkan, menjelang weekend beberapa sentimen masih akan menjadi fokus investor, di antaranya tingkat inflasi di Eropa dan AS serta Indeks Consumer Sentimen di AS.
(rna)
Lihat Juga :