BKPM Harus Yakinkan Ini ke Investor di WEF

Minggu, 19 April 2015 - 20:39 WIB
BKPM Harus Yakinkan...
BKPM Harus Yakinkan Ini ke Investor di WEF
A A A
JAKARTA - Selain pemerintah yang memperomosikan dan menjual produk investasi ke negara lain di World Economi Forum (WEF) 2015, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga memiliki peluang untuk meyakinkan investor tentang Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Hal ini karena dari tahun ke tahun, Indonesia selalu mendapat catatan merah untuk masalah perizinan yang berbelit-belit. Poin tersebut merupakan hasil survei dari tim WEF 2015, dan seluruh negara berpatokan pada hasil survei tersebut.

"Sekarang BKPM itu sudah satu pintu perizinannya, jadi dapat dipastikan sudah siap dan bisa ditampilkan. Itu artinya satu poin yang di zona merahi oleh negara lain sudah dibenahi," ujar ekonom Lana Soelistianingsih kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (19/4/2015).

Investor luar negeri, Lana menuturkan, harus diberi bukti dengan diajak berkunjung ke BKPM untuk melihat sistem PTSP tersebut, atau Kepala BKPM Franky Sibarani bisa meyakinkan negara peserta di WEF.

"Tapi mereka (BKPM) juga harus berikan kepastian usaha juga ke orang-orang asing ini. Jadi, mereka bisa tahu bahwa mengurus surat izin untuk investasi tidak bakal lama dan pada akhirnya mereka yakin sendiri," imbuh Lana.

Jika semua hal tersebut dibuktikan, Lana meyakini, setelah ajang WEF 2015 selesai akan banyak investor asing yang tertarik berinvestasi di Tanah Air.

"Karena, jika satu poin itu diperbaiki, perizinan yang tadinya berbulan-bulan menjadi satu bulan saja dapat berpengaruh ke empat poin lain yang menjadi catatan merah investasi di Indonesia," pungkas dia.

Perlu diketahui, ada lima poin yang menjadikan investor asing ragu untuk berinvestasi di Indonesia. kelima poin tersebut, yakni korupsi, birokrasi, infrastruktur yang kurang memadai, tumpang tindih kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dan sulitnya akses terhadap pembiayaan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dari Ancaman Resesi...
Dari Ancaman Resesi hingga Polycrisis, WEF Ingatkan Berbagai Risiko Global di 2023
Dibayangi Resesi, WTO...
Dibayangi Resesi, WTO Ungkap Faktor Pendorong Perdagangan Global
Hadiri WEF Davos 2026,...
Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global
Di WEF 2026, Dirut BRI...
Di WEF 2026, Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia
Airlangga Tegaskan Komitmen...
Airlangga Tegaskan Komitmen Transisi Energi di Pertemuan World Economic Forum 2022
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri World Economic Forum 2026 di Swiss Bulan Ini
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
35 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
3 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
6 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
16 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved