Sudirman Serahkan Nasib Petral ke Rini

Rabu, 22 April 2015 - 14:35 WIB
Sudirman Serahkan Nasib...
Sudirman Serahkan Nasib Petral ke Rini
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyerahkan keputusan mengenai keberadaan Pertamina Energy Trading Limited (Petral) kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Seperti diketahui, Menteri BUMN Rini Soemarno telah mengeluarkan pernyataan akan membubarkan ‎anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut. Hal ini lantaran Petral yang bermarkas di Singapura sudah tidak ada lagi fungsinya.

"(Pembubaran) Petral akan jadi keputusan korporasi, karena Bu Rini (Menteri BUMN) sangat berwenang memutuskan," ucapnya di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (22/4/2015).

‎Sudirman mengungkapkan, pihaknya akan menerima dan menghormati keputusan apapun yang akan diambil mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) tersebut. Terlebih, Kementerian BUMN merupakan pemegang saham mayoritas BUMN minyak dan gas (migas) tersebut.

"Karena pemegang saham Pertamina kan kuasanya Menteri BUMN. Jadi apapun keputusannya kita hormati. Pasti akan dikaji lagi bagaimana baiknya," imbuh dia.

Mantan Bos Pindad ini menambahkan, hingga saat ini dirinya belum mendapatkan informasi apapun terkait rencana pembubaran Petral tersebut. ‎Menurutnya, tidak semua keputusan terkait Pertamina harus melalui persetujuannya.

"‎Tidak seluruh kepentingan korporasi dibicarakan dengan Menteri ESDM. Saya kira yang akan dilakukan adalah bagaimana menyehatkan proses supply chain-nya (Pertamina)," pungkas Sudirman.

Seperti diketahui, mulai 1 Januari 2015 kewenangan Petral untuk proses pembelian dan penjualan minyak mentah maupun kilang seluruhnya dieksekusi Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina. Maka, saat ini anak usaha Pertamina tersebut hanya bertugas sebagai trader.

‎Pertamina pun mengklaim menjadi lebih hemat dalam hal tender penjualan serta pengadaan impor minyak mentah dan BBM dengan dialihkannya kewenangan Petral tersebut ke ISC Pertamina. (Baca: Petral Dibubarkan Tahun Ini)

Vice President ISC Pertamina Daniel Purba menuturkan, proses transaksi dan mata rantai pasokan menjadi terpangkas pasca dilimpahkannya kewenangan terhadap ISC. Dengan demikian, bisa didapatkan penghematan signifikan bagi kegiatan Pertamina.

"Kita bisa dapatkan penghematan signifikan bagi kegiatan Pertamina, khususnya ekspor-impor," ujar dia.

Pihaknya juga dapat meningkatkan fleksibilitas dan utilisasi armada transportasi yang dimiliki Pertamina. Bahkan, perseroan menghemat USD2,3 juta per pengapalan, dengan pelimpahan kewenangan tersebut.

Selain itu, lanjut Daniel, perseroan juga bisa melakukan negosiasi dengan suplier dalam hal pendanaan letter of credit (L/C). "Selaku Pertamina dengan rating baik, maka pendanaan untuk LC bisa nego dengan suplier," terangnya.

Dia mengaku, revitalisasi fungsi ISC juga banyak mendapatkan respon positif dari mitra usaha. Bahkan, banyak perusahaan minyak nasional (National Oil Company/NOC) yang antusias untuk bekerja sama dengan perseroan.

"Proses tender lebih berjalan transparan, karena dilakukan di Jakarta di kantor Pertamina. Ini mempermudah akses apabila diperlukan accountability dari proses tender yang ada. Jadi lebih transparan," pungkas Daniel.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Canggih, di Babel Bakal...
Canggih, di Babel Bakal Dibangun Prototipe PLTN Berbasis Thorium
Faisal Basri, Ekonom...
Faisal Basri, Ekonom Pemberani Pimpin Pembubaran Petral di Pertamina
Investor Asing Akhirnya...
Investor Asing Akhirnya Masuk IKN, Ini yang Dibangun
Berkat Kang Dedi, PGE...
Berkat Kang Dedi, PGE Raih PROPER Emas 11 Kali Berturut-Turut
Pertamina Delivery Service...
Pertamina Delivery Service di Makassar
Siap Terbang Perdana...
Siap Terbang Perdana ke Bali 28 April 2022, Pelita Air Buka Penjualan Tiket Pesawat Airbus A320-200
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
15 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
17 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
27 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved