Dorong Ekspor, Asosiasi Mebel Susun Peta Jalan

Kamis, 23 April 2015 - 09:08 WIB
Dorong Ekspor, Asosiasi...
Dorong Ekspor, Asosiasi Mebel Susun Peta Jalan
A A A
JAKARTA - Guna mendorong pertumbuhan nilai ekspor dengan target minimal USD5 miliar pada 2019, Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Amkri) menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan industri mebel dan kerajinan Indonesia 2015-2019.

Dalam peta jalan tersebut asosiasi menetapkan tiga tahapan untuk mencapai target ekspor. ”Dari tahun 2015-2016 tahap penguatan industri dan regulasi, tahun 2017-2018 tahap pengembangan, dan tahun 2019 tahap akselerasi,” ujar Ketua penyusun peta jalan industri mebel dan kerajinan sekaligus Bendahara Amkri Dedy Rochimat di Jakarta kemarin.

Selain itu, ada beberapa strategi yang harus segera dilaksanakan, di antaranya pelaksanaan program penanaman rotan untuk menjaga kesinambungan dan kegiatan penelitian dan pengembangan, program penanaman pohon berjenis perkakas, dan membangun kluster industri mebel dan kerajinan Indonesia.

Selanjutnya, upaya menarik investor asing, memfasilitasi pengembangan dan pelatihan desain, sinergi dengan negara lain untuk meningkatkan daya saing, merancang sistem yang efisien dan optimal dalam industri bahan baku dari hulu sampai hilir, serta mendorong perubahan peraturan perundang-undangan baik pusat dan daerah.

Terkait pembangun kluster industri mebel dan kerajinan Indonesia, Dedy mengatakan akan melihat potensi yang ada di masing-masing daerah. Misalnya rotan, idealnya kluster terkait dibangun di Cirebon, Solo, Sulawesi, atau Kalimantan.

Ketua Umum Amkri Soenoto mengatakan, hal-hal yang menghambat seperti Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), regulasi, ekspor bahan baku, seharusnya dihilangkan. Dia menegaskan, regulasi dan birokrasi masih menjadi penghambat pengembangan industri mebel dan kerajinan. ”Demikian juga dengan infrastruktur,” tambahnya.

Mengenai SVLK, Soenoto mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sudah setuju agar sistem itu dicoret karena penerapannya akan sangat merepotkan sampai ke perajin kecil.

Oktiani endarwati
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
20 menit yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
1 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
1 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
3 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
4 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved