Ekonomi Indonesia Melambat Likuiditas Perbankan Merosot

Selasa, 28 April 2015 - 06:23 WIB
Ekonomi Indonesia Melambat...
Ekonomi Indonesia Melambat Likuiditas Perbankan Merosot
A A A
JAKARTA - Chief Economist Bank Rakyat Indonesia (BRI) Anggito Abimanyu mengatakan, melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2015 diperkirakan ikut menekan likuiditas perbankan sehingga merosot. Dia memandang, dampak perlambatan pertumbuhan perekonomian dalam tiga bulan pertama tahun ini terhadap kondisi likuiditas cukup serius.

"Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,2% pada 2015, potensi peningkatan likuiditas perbankan menurun dari Rp600 triliun menjadi Rp485 triliun," ujar Anggito dalam paparan proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I/2015 dan dampaknya pada perekonomian Indonesia di Gedung BRI, Jakarta, Senin (27/6/2015).

Dia menjelaskan, dengan penurunan tersebut potensi pengetatan likuiditas pada tahun ini masih akan terjadi. Implikasi perlambatan ekonomi bagi dunia perbankan, yaitu turunnya likuiditas bank di pasar uang yang menunjukan likuiditas semakin ketat.

Menurut Anggito, jika pertumbuhan ekonomi nasional berada di level 5,7%, sebenarnya ada potensi dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp600 triliun yang telah sesuai dengan APBN-P 2015. Namun, jika dilihat pada kuartal I/2015, yang hanya sebesar Rp485 triliun dan tidak ada perbaikan maka ada potensi DPK turun dengan rasio menabung 50%.

Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang melambat menyebabkan kegiatan ekonomi juga ikut turun, sehingga permintaan untuk menabung turun. Untuk itu, industri perbankan harus bisa menarik dan menyalurkan sektor rill.

"Untuk proyeksi kredit perbankan ada aturan tidak tertulisnya. Di mana pertumbuhan kredit tiga kali pertumbuhan ekonomi. Jika pertumbuhan ekonomi 5% maka pertumbuhan kredit 15%, ini masih dalam range OJK di angka 15-17%, tapi berada di batas bawahnya," tandas Anggito.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Indonesia Dipastikan...
Indonesia Dipastikan Masuk ke Dalam Jurang Resesi Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Ekonomi Indonesia Dibidik...
Ekonomi Indonesia Dibidik Tumbuh 5,4 Persen pada 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,03 Persen pada 2024
Ekonomi Indonesia Triwulan...
Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2024 Tumbuh 5,02%, Sektor Konstruksi dan Industri Dominan
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
19 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved