Proyek KA Batu Bara dari Rusia Masih Dikaji

Selasa, 28 April 2015 - 09:48 WIB
Proyek KA Batu Bara...
Proyek KA Batu Bara dari Rusia Masih Dikaji
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan masih mempertimbangkan masukan Rusia yang tertarik membangun kereta api (KA) khusus di Kalimantan Timur (Kaltim).

Proyek KA khusus yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tersebut masih dikaji, sebab masih ada perbedaan pendapat mengenai pembangunan kereta api khusus yang akan mengangkut batu bara di wilayah tersebut.

”Kami masih mengkaji, sebab masih ada perbedaan pendapat. Pihak Rusia bersama Pemprov setempat mengusulkan kereta api pengangkut batu bara dan bahan alam lain seperti sawit maupun karet. Tapi dalam aturannya, itu tidak bisa karena yang namanya kereta api khusus hanya barang tertentu saja yang bisa diangkut,” kata Direktur Angkutan dan Lalu Lintas Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hanggoro Budi Wiryawan kepada KORAN SINDO di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan, pihak Rusia maupun Pemrov Kaltim bisa mengangkut komoditas lain selain batu bara. Pemerintah pun masih mempertimbangkan usulan tersebut. Pasalnya, dalam aturan perkeretaapian, kereta api khusus bukanlah kereta api umum yang boleh mengangkut penumpang dan berbagai jenis barang.

”Makanya, ini masih harus dibicarakan lagi di tingkat Kementerian Koordinator Perekonomian. Sebab, kalau maunya seperti itu, ya harus revisi aturan lagi, dan itu butuh waktu,” ujar dia. Sebelumnya kereta khusus angkutan batu bara di Kalimantan Timur digagas Pemerintah Daerah Kalimantan Timur bersama investor dari Rusia.

Pembangunan kereta khusus tersebut akan berada di sepanjang pantai Kalimantan Timur. Nilai investasi proyek yang diharap bisa dibangun pada 2016 ini diperkirakan mencapai USD2,5 miliar.

Ichsan amin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved