Menkeu Pasrah Didesak Harus Di-Reshuffle

Selasa, 28 April 2015 - 10:58 WIB
Menkeu Pasrah Didesak...
Menkeu Pasrah Didesak Harus Di-Reshuffle
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro nampak pasrah dengan desakan sejumlah pihak yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan perombakan (reshuffle) jajaran Kabinet Kerja.

Seperti diketahui, beberapa LSM mendesak pemerintah khususnya Presiden Jokowi untuk mengevaluasi kinerja menteri yang dinilai tidak bagus.

Beberapa menteri, seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang disebut-sebut harus segera di-reshuffle.

"Terserah," singkat Bambang dengan raut wajah datar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (28/4/2015).

‎Sebelumnya, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menegaskan dirinya tutup telinga soal desakan beberapa pihak untuk mengevaluasi dan merombak para menteri bidang ekonomi yang dinilai tak baik.

"Ya itu sembarang orang bilang (desakan reshuffle kabinet), masa kita mau mengikuti yang begituan, yang benar saja,"‎ ungkapnya.

Menurutnya, selama ini Presiden Jokowi setiap hari selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya. Namun, evaluasi yang dilakukan tersebut tidak atas dasar desakan berbagai pihak dan berdasarkan kenyataan.

"Ya selalu ada evaluasi. Tapi kita tidak ikut apa yang dikatakan lembaga-lembaga itu. Kita ikut berdasarkan kenyataannya," pungkas JK.

Hasil survei opini publik Poltracking Indonesia menunjukan banyak masyarakat yang tidak merasa puas terhadap Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla. Keduanya telah memimpin negeri ini selama enam bulan sejak dilantik 20 Oktober tahun lalu.

Ketidakpuasan publik disebabkan oleh tidak diimplementasikannya Nawacita dalam program kebijakan pemerintah dan sejumlah kebijakan ekonomi.

"Hasil temuan survei, sebanyak 48,5% publik tidak puas (gabungan sangat tidak puas 5,8%, dan 42,7% kurang puas) atas 6 bulan kinerja pemerintahan Jokowi-JK , dan hanya 44% (gabungan 3,5% sangat puas dan 40% cukup puas 40,5%) mengatakan puas," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lagu Bahasa Kalbu Mengiringi...
Lagu Bahasa Kalbu Mengiringi Kepergian Sri Mulyani dari Kementerian Keuangan
Pak Jokowi, Anggaran...
Pak Jokowi, Anggaran Perlindungan Sosial Baru Tersalur 37,96%
Arahan Jokowi, Wamenkeu...
Arahan Jokowi, Wamenkeu Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM 30%
Disentil Jokowi, Sri...
Disentil Jokowi, Sri Mulyani Bongkar Penyebab Defisit APBN Melebar Rp1.039,2 T
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Diperpanjang Sampai...
Diperpanjang Sampai Desember, Nilai Bansos Turun Jadi Rp300.000/Bulan
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
25 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
54 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved