IHSG Diprediksi Bergerak pada Kisaran 5.200-5.285
Rabu, 29 April 2015 - 08:08 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak pada Kisaran 5.200-5.285
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksikan akan bergerak pada kisaran 5.200-5.285.
"IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat. Buy on weakness untuk saham-saham yang telah terkoreksi cukup dalam," kata analis Reliance Securities Lanjar Nafi, Rabu (29/4/2015).
Dia menjelaskan, bila dilihat dari segi pergerakan harga, IHSG tertahan pada support MA200 yang cukup kuat dan membentuk pola green hammer. Dengan indikasi positif untuk proyeksi pergerakan selanjutnya.
"Indikator stochastic masih bearish, namun telah berada di area oversold begitu juga momentum indikator RSI dan CCI yang mencoba reversal dari area jenuh jual," ujarnya.
Dia menyampaikan, sentimen yang mewarnai akan masih cukup negatif untuk Asia setelah penguatan beberapa hari lalu. Menurutnya, investor mencermati data ekonomi tingkat inflasi di Jerman dan data Gross Domestik Product kuartal I di Amerika Serikat sebagai indikasi kapan dinaikannya suku bunga Amerika Serikat.
IHSG kemarin ditutup mengejutkan di akhir sesi hanya melemah tipis 3,29 poin atau sebesar 0,06% di level 5.242,16. Setelah sempat turun hingga hampir 1,5%. Beberapa saham di sektor pertanian, konsumer, dan pertambangan mengalami rebound dari pelemahan kemarin.
Meskipun demikian terlihat hanya investor lokal yang antusias terhadap harga diskon yang dialami IHSG dibuktikan tercatatnya net sell investor asing cukup tinggi sebesar Rp1,82 triliun.
"IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat. Buy on weakness untuk saham-saham yang telah terkoreksi cukup dalam," kata analis Reliance Securities Lanjar Nafi, Rabu (29/4/2015).
Dia menjelaskan, bila dilihat dari segi pergerakan harga, IHSG tertahan pada support MA200 yang cukup kuat dan membentuk pola green hammer. Dengan indikasi positif untuk proyeksi pergerakan selanjutnya.
"Indikator stochastic masih bearish, namun telah berada di area oversold begitu juga momentum indikator RSI dan CCI yang mencoba reversal dari area jenuh jual," ujarnya.
Dia menyampaikan, sentimen yang mewarnai akan masih cukup negatif untuk Asia setelah penguatan beberapa hari lalu. Menurutnya, investor mencermati data ekonomi tingkat inflasi di Jerman dan data Gross Domestik Product kuartal I di Amerika Serikat sebagai indikasi kapan dinaikannya suku bunga Amerika Serikat.
IHSG kemarin ditutup mengejutkan di akhir sesi hanya melemah tipis 3,29 poin atau sebesar 0,06% di level 5.242,16. Setelah sempat turun hingga hampir 1,5%. Beberapa saham di sektor pertanian, konsumer, dan pertambangan mengalami rebound dari pelemahan kemarin.
Meskipun demikian terlihat hanya investor lokal yang antusias terhadap harga diskon yang dialami IHSG dibuktikan tercatatnya net sell investor asing cukup tinggi sebesar Rp1,82 triliun.
(rna)
Lihat Juga :