Harga Emas Global Reli, Emas Antam Melonjak Lagi
Rabu, 29 April 2015 - 09:29 WIB
Harga Emas Global Reli, Emas Antam Melonjak Lagi
A
A
A
JAKARTA - Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini melonjak Rp5.000 setelah kemarin naik Rp4.000/gram. Berlanjutnya kenaikan harga emas Antam sejalan relinya harga emas global.
Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Rabu (29/4/2015), harga jual emas perseroan dari Rp549.000/gram menjadi Rp554.000/gram. Sementara harga buyback emas perseroan dari Rp489.000/gram menjadi Rp494.000/gram.
Adapun harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.068.000, dengan harga per gram Rp534.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.584.000 dengan harga Rp528.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.100.000 dengan harga per gram Rp525.000.
Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.625.000 dengan harga per gram dihargai Rp525.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.200.000, dengan harga per gram Rp520.000.
Harga emas 25 gram Rp12.925.000 dengan harga per gram Rp517.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp25.800.000, dengan harga per gram Rp516.000.
Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp51.550.000, dengan harga per gram Rp515.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp128.750.000, dengan harga per gram Rp515.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp257.300.000, dengan harga per gram Rp514.600.
Sementara emas global menguat mendekat level tertinggi tiga pekan selama dua hari berturut di tengah melambatnya data ekonomi, yang menyakiti dolar Amerika Serikat (USD), sehingga menurunkan ekspektasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada Juni.
Dikutip dari Reuters, spot emas stabil di USD1.211,71/ons pada pukul 0029 GMT, setelah naik hampir 3% dalam dua sesi terakhir. Emas naik ke USD1.215 pada Selasa, tertinggi sejak 7 April 2015.
Naiknya harga emas dalam beberapa hari terakhir naik setelah serangkaian data menunjukkan momentum perlambatan ekonomi AS. Data tingkat kepercayaan konsumen AS secara tak terduga merosot pada April.
Data menjelang pernyataan dari The Fed pada Rabu waktu setempat memicu harapan bank sentral AS akan menunda kenaikan suku bunga pada tahun ini. Spekulasi ini menyakiti USD, yang terkoreksi terendah dalam dua bulan terakhir terhadap sejumlah mata uang utama. Melemahnya USD meningkatkan daya tarik emas sebagai safe haven.
Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Rabu (29/4/2015), harga jual emas perseroan dari Rp549.000/gram menjadi Rp554.000/gram. Sementara harga buyback emas perseroan dari Rp489.000/gram menjadi Rp494.000/gram.
Adapun harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.068.000, dengan harga per gram Rp534.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.584.000 dengan harga Rp528.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.100.000 dengan harga per gram Rp525.000.
Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.625.000 dengan harga per gram dihargai Rp525.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.200.000, dengan harga per gram Rp520.000.
Harga emas 25 gram Rp12.925.000 dengan harga per gram Rp517.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp25.800.000, dengan harga per gram Rp516.000.
Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp51.550.000, dengan harga per gram Rp515.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp128.750.000, dengan harga per gram Rp515.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp257.300.000, dengan harga per gram Rp514.600.
Sementara emas global menguat mendekat level tertinggi tiga pekan selama dua hari berturut di tengah melambatnya data ekonomi, yang menyakiti dolar Amerika Serikat (USD), sehingga menurunkan ekspektasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada Juni.
Dikutip dari Reuters, spot emas stabil di USD1.211,71/ons pada pukul 0029 GMT, setelah naik hampir 3% dalam dua sesi terakhir. Emas naik ke USD1.215 pada Selasa, tertinggi sejak 7 April 2015.
Naiknya harga emas dalam beberapa hari terakhir naik setelah serangkaian data menunjukkan momentum perlambatan ekonomi AS. Data tingkat kepercayaan konsumen AS secara tak terduga merosot pada April.
Data menjelang pernyataan dari The Fed pada Rabu waktu setempat memicu harapan bank sentral AS akan menunda kenaikan suku bunga pada tahun ini. Spekulasi ini menyakiti USD, yang terkoreksi terendah dalam dua bulan terakhir terhadap sejumlah mata uang utama. Melemahnya USD meningkatkan daya tarik emas sebagai safe haven.
(rna)
Lihat Juga :