Ekspor Perikanan Turun akibat Larangan Transhipment

Kamis, 30 April 2015 - 15:33 WIB
Ekspor Perikanan Turun...
Ekspor Perikanan Turun akibat Larangan Transhipment
A A A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan, larangan bongkar muat hasil perikanan di tengah laut (transhipment) menjadi faktor ‎penyebab turunnya ekspor perikanan Indonesia selama kuartal I/2015. ‎‎

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Saut P Hutagalung mengatakan, ekspor Indonesia pada kuartal I/2015 hanya sekitar USD970 juta, atau turun 8% dari periode sama tahun sebelumnya.

"‎Saya pikir ini (penurunan ekspor) bisa dimaklumi, karena selama bulan Januari -Maret selain memang pola ekspornya seperti itu, dan kita juga terkendala dengan moratorium dan alih muatan yang enggak boleh. Sehingga memang ini juga berpengaruh terhadap produksi," ujarnya di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (30/4/2015).

Dia berharap, ekspor perikanan Indonesia pada kuartal II/2015 dapat kembali membaik. Terutama dengan berakhirnya periode pertama moratorium (penghentian izin sementara) kapal eks asing.

"Dengan begitu ikan-ikan yang di cold storage, yang tertahan selama ini bisa dikeluarkan. Ini bisa membuat ekspor kembali membaik," imbuhnya.

Menurut Saut, jika ikan-ikan yang tertahan di gudang tersebut dapat dikeluarkan maka akan mendongkrak kembali ekspor perikanan Indonesia, yang sempat lesu pada kuartal ini.‎ "Artinya ketertinggalan 8% dibanding periode sama tahun sebelumnya, itu bisa kita kejar," jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan ekspor perikanan pada semester 1/2015 dapat tembus USD2,5 miliar. Sementara target sampai akhir tahun mencapai USD5,8 miliar.

Saut menambahkan, ikan-ikan yang akan keluar dari cold storage nantinya harus dengan catatan bukan ikan yang terdeteksi melakukan Illegal Unreported Unregulated (IUU) Fishing. ‎

"Kalau ada hasil tangkapan ikan IUU, maka itu tidak boleh diekspor. Kita tidak boleh izinkan ekspor. Justru itu akan hancurkan kita sendiri. Orang kita promosikan sustainability, tapi kita biarkan itu," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
8 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
8 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
9 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
9 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
10 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved