Harga Emas Dunia Jatuh Terendah dalam Enam Pekan
Sabtu, 02 Mei 2015 - 10:54 WIB
Harga Emas Dunia Jatuh Terendah dalam Enam Pekan
A
A
A
NEW YORK - Emas dunia jatuh ke level terendah dalam enam pekan terakhir pada Jumat waktu setempat karena menguatnya dolar Amerika Serikat (USD).
Hal iu didudkung data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan sentimen investor yang dipengaruhi ekspektasi jangka panjang terkait kenaikan suku bunga. Selain itu, faktor teknis juga memengaruhi lantaran emas telah menembus level terendah pada April lalu di USD1.175/ons.
Pasar emas utama di Eropa, China dan Singapura ditutup karena Hari Buruh pada 1 Mei 2015. Sedangkan pasar London baru ditutup pada Senin mendatang.
Spot emas turun 0,8% menjadi USD1.174,11/ons pada pukul 02.40 EDT atau 1840 GMT setelah jatuh 1,2% ke level terendah sejak 20 Maret di harga USD1.170,20. Emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun 0,7% menjadi USD1.174,50/ons.
Emas mencapai level tertinggi sejak awal April di USD1.215, namun gagal bertahan setelah Federal Reserve mengisyaratkan akan memperhatikan perlambatan ekonomi baru-baru ini, dan akan tetap menaikkan suku bunga tahun ini.
"Masih ada dampak dari FOMC, terjadi jeda dalam pemulihan ekonomi AS, tetapi kemungkinan suku bunga akan naik menyebabkan emas harus berjuang," kata Kepala Logam Mulia di Bank of Nova Scotia Simon Weeks seperti dialnsir dari Reuters, Sabtu (2/5/2015)
Logam mulia sangat sensitif dengan ekspektasi kenaikan suku bunga karena akan menambah biaya, sehingga menjadi kesempatan USD menguat. USD naik 0,7% dan penguatan ini membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Berdasarkan perspektif grafik, penutupan mingguan untuk emas di bawah level support USD1.180. Menurut analis, itu bisa menjadi katalisator penurunan harga emas lebih lanjut.
Hal iu didudkung data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan sentimen investor yang dipengaruhi ekspektasi jangka panjang terkait kenaikan suku bunga. Selain itu, faktor teknis juga memengaruhi lantaran emas telah menembus level terendah pada April lalu di USD1.175/ons.
Pasar emas utama di Eropa, China dan Singapura ditutup karena Hari Buruh pada 1 Mei 2015. Sedangkan pasar London baru ditutup pada Senin mendatang.
Spot emas turun 0,8% menjadi USD1.174,11/ons pada pukul 02.40 EDT atau 1840 GMT setelah jatuh 1,2% ke level terendah sejak 20 Maret di harga USD1.170,20. Emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun 0,7% menjadi USD1.174,50/ons.
Emas mencapai level tertinggi sejak awal April di USD1.215, namun gagal bertahan setelah Federal Reserve mengisyaratkan akan memperhatikan perlambatan ekonomi baru-baru ini, dan akan tetap menaikkan suku bunga tahun ini.
"Masih ada dampak dari FOMC, terjadi jeda dalam pemulihan ekonomi AS, tetapi kemungkinan suku bunga akan naik menyebabkan emas harus berjuang," kata Kepala Logam Mulia di Bank of Nova Scotia Simon Weeks seperti dialnsir dari Reuters, Sabtu (2/5/2015)
Logam mulia sangat sensitif dengan ekspektasi kenaikan suku bunga karena akan menambah biaya, sehingga menjadi kesempatan USD menguat. USD naik 0,7% dan penguatan ini membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Berdasarkan perspektif grafik, penutupan mingguan untuk emas di bawah level support USD1.180. Menurut analis, itu bisa menjadi katalisator penurunan harga emas lebih lanjut.
(rna)
Lihat Juga :